Muhammadiyah Mulai Pembangunan SMP Sapen Universal School, Ditargetkan Rampung Juli 2027

Muhammadiyah Mulai Pembangunan SMP Sapen Universal School, Ditargetkan Rampung Juli 2027

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan SMP Muhammadiyah Sampen Universal School (MSUS) di Banyuraden, Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (21/10). Pembangunan sekolah ini ditargetkan rampung pada Juli 2027.

Proyek yang berada di bawah naungan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta ini dibangun di atas lahan seluas 8.600 meter persegi. SMP MSUS menjadi bagian dari pengembangan layanan pendidikan MSUS yang sebelumnya telah menghadirkan TK ABA Semesta dan SD MSUS.

Dalam amanatnya, Haedar mengatakan pembangunan SMP MSUS merupakan bagian dari upaya Muhammadiyah mengembangkan pendidikan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, dinamika kehidupan masyarakat perlu diimbangi dengan pembinaan serta peningkatan kualitas pemikiran.

Haedar juga menilai pembangunan sekolah tersebut merupakan respons terhadap tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan pendidikan Muhammadiyah. Hal itu terlihat dari permintaan masyarakat mengenai kelanjutan jenjang pendidikan setelah TK ABA Semesta dan SD MSUS berdiri.

“Belum satu tahun TK ABA Semesta dan SD MSUS berdiri dan menerima siswa barunya, tapi sudah ada banyak tuntutan dan pertanyaan masyarakat setelah dari MSUS, SMP-nya ke mana? Jadi ini luar biasa sekali antusiasme dari masyarakat terhadap pendidikan di Muhammadiyah,” jelas Haedar.

Ia mengingatkan bahwa pengembangan lembaga pendidikan membutuhkan perjuangan dan proses yang panjang. Keberhasilan, menurutnya, tidak boleh dipandang sebagai hasil yang diperoleh secara instan.

“Setiap keunggulan yang kita capai itu hasil dari perjuangan yang mujahadahnya panjang dan jangan merasa bahwa kesuksesan ini adalah kesuksesan yang instan,” tutur Haedar.

Haedar menegaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan Muhammadiyah tidak hanya ditujukan untuk kepentingan organisasi, tetapi juga untuk memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“Dan percaya bahwa Muhammadiyah itu hadir tidak untuk Muhammadiyah. Muhammadiyah hadir untuk kemaslahatan umat, untuk kemaslahatan bangsa, dan untuk kemaslahatan kemanusiaan semesta,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMP MSUS, Bachtiar Dwi Kurniawan, menyampaikan bahwa jajaran MSUS berkomitmen mempersiapkan kebutuhan pembangunan dan penyelenggaraan sekolah. Kehadiran SMP MSUS diharapkan dapat memperluas pilihan layanan pendidikan berkualitas bagi masyarakat.

Bachtiar menjelaskan bahwa pengembangan MSUS direncanakan tidak berhenti pada jenjang sekolah menengah pertama. Lahan seluas 8.600 meter persegi tersebut diproyeksikan menjadi kompleks pendidikan terpadu yang mencakup pengembangan jenjang pendidikan berikutnya, termasuk rencana pembangunan SMA MSUS.

Pembangunan SMP MSUS ditargetkan selesai pada Juli 2027. Setelah itu, pengembangan kompleks pendidikan akan dilanjutkan sesuai dengan rencana yang telah disusun.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow