SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta Resmi Jadi Pusat Pembelajaran Bahasa Mandarin Muhammadiyah

SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta Resmi Jadi Pusat Pembelajaran Bahasa Mandarin Muhammadiyah

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta kembali menorehkan langkah strategis dalam pengembangan pendidikan berwawasan global. Pada Jumat (5/6), sekolah yang akrab disapa SMA Muga ini resmi diluncurkan sebagai Pusat Pembelajaran Bahasa Mandarin (Mandarin Learning Center) di bawah naungan Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal (PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Peresmian yang berlangsung di Aula KH Ahmad Dahlan Kampus 3 SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta tersebut dihadiri sejumlah tokoh pendidikan nasional dan Muhammadiyah. Hadir dalam kesempatan itu Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kelembagaan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, H. Didik Suhardi, Ph.D., Tenaga Ahli Kemdikdasmen M. Sofyan, M.T., jajaran Majelis Dikdasmen Muhammadiyah tingkat wilayah dan daerah, kepala SMA/SMK/MA se-Kota Yogyakarta, serta mitra internasional dari UPER China dan Matahari Global Edu (MGE).

Kepala SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Fitri Sari Sukmawati, M.Pd., menyampaikan bahwa pengembangan kelas Bahasa Mandarin telah dijalankan selama satu tahun terakhir sebagai bagian dari upaya internasionalisasi sekolah. Dalam sambutannya yang disampaikan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, ia menegaskan komitmen sekolah untuk terus memperkuat program pendidikan bilingual.

“Kami telah memulai Mandarin Class dalam pembelajaran selama satu tahun terakhir. Ke depan, pendidikan bilingual menjadi salah satu program unggulan yang akan terus kami kembangkan sebagai langkah menuju sekolah berwawasan internasional. Amanah sebagai pusat pembelajaran Bahasa Mandarin ini tentu tidak ringan, namun kami optimistis dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi Muhammadiyah dan masyarakat,” ujarnya.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Majelis Dikdasmen-PNF PWM DIY yang diwakili Reni Herawati. Menurutnya, penguasaan Bahasa Mandarin menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki generasi muda Indonesia untuk menghadapi tantangan global yang semakin dinamis.

“Bahasa Mandarin saat ini memiliki peran penting dalam dunia pendidikan, bisnis, dan kerja sama internasional. Dengan adanya pusat pembelajaran ini, kami berharap lulusan SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta memiliki peluang yang lebih besar untuk menjalin kerja sama serta meraih kesempatan pendidikan maupun karier di tingkat global,” katanya.

Sementara itu, pendiri UPER China, Mr. Eric, yang menyampaikan sambutannya dalam Bahasa Mandarin dan diterjemahkan oleh Guru Bahasa Mandarin SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Vera, mengapresiasi terbentuknya Mandarin Learning Center tersebut. Ia menilai kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Tiongkok akan membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda untuk mengakses pendidikan internasional.

Menurutnya, Tiongkok saat ini menjadi salah satu mitra strategis Indonesia di berbagai sektor. Melalui kolaborasi yang dibangun, siswa Indonesia dapat memperoleh akses lebih luas ke perguruan tinggi di Tiongkok, termasuk berbagai program beasiswa yang tersedia.

“Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari perjalanan ini. Pendidikan di Tiongkok memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan negara-negara maju lainnya dengan biaya hidup yang relatif lebih terjangkau. Kami berharap pusat pembelajaran ini menjadi jembatan bagi generasi muda Indonesia untuk meraih peluang internasional,” ungkapnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pengarahan dari H. Didik Suhardi, Ph.D., sekaligus penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Dalam arahannya, Didik menegaskan bahwa penguasaan bahasa asing merupakan bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja dan perkembangan global yang terus berubah.

“Bahasa merupakan salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki generasi masa depan. Banyak peluang kerja sama dengan Tiongkok yang dapat dimanfaatkan oleh anak-anak kita. Di Indonesia juga terdapat banyak perusahaan yang membutuhkan sumber daya manusia dengan kemampuan bahasa dan wawasan internasional yang baik,” tutur Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah itu.

Penetapan SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta sebagai Pusat Pembelajaran Bahasa Mandarin Muhammadiyah menjadi tonggak baru dalam penguatan mutu pendidikan Muhammadiyah yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui program ini, sekolah diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik dan berkarakter Islami, tetapi juga memiliki kompetensi bahasa asing serta kesiapan bersaing di tingkat internasional.

Hadirnya Mandarin Learning Center semakin menegaskan posisi SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta sebagai sekolah yang terus berinovasi dalam menyiapkan generasi unggul, berdaya saing global, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow