SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta Jadi Tujuan Studi Tiru Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Batam
YOGYAKARTA — SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menerima kunjungan studi tiru dari rombongan Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal (PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Batam, Rabu (14/10). Kunjungan ini menjadi ajang berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan sekolah serta pengembangan mutu pendidikan di lingkungan Muhammadiyah.
Rombongan dipimpin oleh Junaidi, S.Sos., M.M., selaku Wakil Ketua PDM Kota Batam Bidang Pendidikan. Turut hadir Dra. Daim Khasanah selaku pendamping Sekolah Muhammadiyah Kompleks ASEAN, Ciptadi, S.T., selaku Sekretaris PDM Kota Batam, serta sejumlah kepala sekolah Muhammadiyah di Kota Batam.
Dalam sambutannya, Daim Khasanah menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya tholabul ilmi atau menuntut ilmu. Melalui agenda ini, rombongan ingin menggali sekaligus berbagi best practice yang telah diterapkan SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dalam mengelola dan mengembangkan sekolah.
Ia juga menceritakan sejumlah tantangan yang tengah dihadapi Kota Batam, mulai dari dampak kebakaran hutan hingga pemadaman listrik (blackout) yang terjadi belakangan ini. Di tengah berbagai tantangan tersebut, peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sekolah Muhammadiyah tetap menjadi perhatian penting.
Daim menjelaskan bahwa Muhammadiyah di Batam dikenal dengan sebutan Muhammadiyah Kompleks ASEAN. Sebutan tersebut berkaitan dengan letak geografis Batam yang berdekatan dengan sejumlah negara ASEAN, seperti Singapura dan Malaysia. Selain itu, kerja sama dengan Tailan juga telah terjalin.
Ke depan, ia berharap Batam dapat berkembang menjadi salah satu hub yang menghubungkan kerja sama Muhammadiyah dengan negara-negara di kawasan ASEAN.
Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Kustejo, S.Pd.I., M.Pd. berharap kunjungan tersebut membawa keberkahan dan manfaat bagi kedua institusi. Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi sekolah Muhammadiyah dan sekolah swasta pada umumnya, terutama dalam menghadapi persaingan dengan sekolah-sekolah yang menawarkan pendidikan gratis.
Menurutnya, tantangan pengelolaan sekolah tidak hanya berkaitan dengan peningkatan mutu pembelajaran, tetapi juga kemampuan membangun citra dan menunjukkan keunggulan agar sekolah tetap menjadi pilihan masyarakat.
Karena itu, setiap sekolah perlu memiliki identitas dan keunggulan yang jelas, sekaligus memastikan kualitas layanan pendidikan yang diberikan kepada peserta didik dan orang tua.
Kustejo menambahkan bahwa pembenahan internal sekolah harus terus dilakukan agar pelayanan yang diberikan tidak menimbulkan kekecewaan di kalangan siswa maupun orang tua. Peningkatan mutu tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai program pengembangan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain membuka kelas industri, menerapkan pembelajaran teaching factory (TEFA), menghadirkan guru tamu dari kalangan industri, serta menyelenggarakan rekrutmen tenaga kerja secara langsung oleh industri.
Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan proses pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus memberikan nilai tambah bagi lulusan.
Ia juga mengingatkan bahwa persaingan antarsekolah di Yogyakarta cukup ketat. Oleh sebab itu, sekolah Muhammadiyah perlu terus berbenah dan mengembangkan keunggulan agar mampu mempertahankan kepercayaan masyarakat.
Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan profil SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Rombongan kemudian mengikuti sesi tanya jawab untuk menggali lebih jauh pengalaman sekolah dalam mengelola pendidikan, mengembangkan program keahlian, serta membangun kemitraan dengan dunia industri.
Diskusi tersebut menjadi kesempatan bagi rombongan PDM Kota Batam untuk memperoleh gambaran mengenai strategi pengembangan sekolah, khususnya dalam meningkatkan relevansi pembelajaran vokasi dengan kebutuhan dunia kerja.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas pembelajaran SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, meliputi jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Teknik Sepeda Motor (TSM), serta bengkel teaching factory.
Melalui peninjauan tersebut, rombongan berkesempatan melihat secara langsung pelaksanaan pembelajaran praktik dan pemanfaatan fasilitas sekolah dalam mendukung peningkatan kompetensi peserta didik.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow