Tanamkan Niat Ibadah dalam Menuntut Ilmu, MTs Muhammadiyah Kasihan Ajak Siswa Lawan Malas

Tanamkan Niat Ibadah dalam Menuntut Ilmu, MTs Muhammadiyah Kasihan Ajak Siswa Lawan Malas

Smallest Font
Largest Font

BANTUL — MTs Muhammadiyah Kasihan melaksanakan upacara bendera pada Senin (19/10) di halaman madrasah. Kegiatan rutin ini menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, nasionalisme, serta membangun karakter positif bagi seluruh peserta didik.

Upacara dipimpin oleh Rakha Dhananjaya Sahari sebagai pemimpin upacara, dengan Yani Suci Ari Murtini, S.Pd., bertindak sebagai pembina upacara. Adapun petugas lainnya meliputi Yosep Gista Pamungkas dan Agam Narendra Putra sebagai pemimpin barisan, Faridatul Musyarafah sebagai protokoler, Noval Candra Kusuma sebagai pembaca doa, Ayska Naiila Putri sebagai pembaca teks UUD 1945, Hans Dewa Pradana sebagai pembaca janji pelajar, Andhyatama Wildan Firmansyah sebagai pembawa teks Pancasila, serta Selly Novkhalifah sebagai dirigen.

Sementara itu, tugas pengibar bendera dilaksanakan oleh Deswita Keisya Nur Anggraini, Novianti Nur Indah Sari, dan Jihan Salzabila. Seluruh petugas menjalankan peran masing-masing dengan baik dalam rangkaian upacara tersebut.

Dalam amanatnya, Yani Suci Ari Murtini, S.Pd., menyampaikan pentingnya menuntut ilmu dengan niat yang benar dan menjadikan kegiatan belajar sebagai bagian dari ibadah kepada Allah Swt. Ia menegaskan bahwa belajar tidak seharusnya hanya berorientasi pada perolehan nilai yang bagus atau pencapaian prestasi, tetapi juga bertujuan untuk menambah pengetahuan, memperbaiki diri, dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap usaha dalam menuntut ilmu dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang baik dan sungguh-sungguh. Oleh karena itu, para siswa diharapkan mengikuti pembelajaran dengan penuh tanggung jawab, menghormati guru, serta memanfaatkan setiap kesempatan belajar sebaik mungkin.

Selain meluruskan niat, pembina upacara mengajak seluruh peserta didik untuk melawan rasa malas dalam belajar. Menurutnya, rasa malas dan kebiasaan menunda-nunda pekerjaan dapat menjadi penghambat dalam meraih cita-cita. Untuk mengatasinya, siswa perlu membiasakan diri bersikap disiplin, menghargai waktu, dan menyelesaikan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab.

Melalui amanat tersebut, para siswa diajak untuk terus meningkatkan semangat belajar dan membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Kesungguhan dalam belajar, kedisiplinan, serta niat yang baik diharapkan menjadi bekal penting bagi peserta didik untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Upacara bendera ini menjadi bagian dari upaya pembinaan karakter di lingkungan madrasah. Melalui kegiatan rutin tersebut, peserta didik diharapkan tidak hanya menumbuhkan rasa cinta tanah air, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesungguhan dalam menuntut ilmu.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow