Milad ke-61 Muhaka Perkuat Kolaborasi Orang Tua dan Sekolah Cetak Generasi Unggul
SLEMAN — Kolaborasi antara keluarga dan sekolah menjadi kunci dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan berprestasi. Pendidikan anak tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada sekolah karena keluarga tetap memiliki peran utama dalam membentuk karakter dan masa depan anak.
Pesan tersebut menggema dalam Pengajian Akbar Milad ke-61 SMP Muhammadiyah 2 Kalasan (Muhaka) di Lapangan Bayen, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Ahad (6/9).
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) DIY bidang Dakwah dan Pengkajian Agama, Sholahudin Zuhri, M.Pd., yang menjadi penceramah menegaskan, kehadiran sekolah bukan berarti mengambil alih seluruh tanggung jawab pendidikan yang sebelumnya berada di tangan keluarga. Pendidikan di rumah dan sekolah harus saling melengkapi dan berjalan beriringan.
“Orang tua tidak bisa dan tidak boleh lepas tangan dengan alasan, ‘Saya sudah bayar.’ Orang tua tetap punya tanggung jawab dan justru harus berterima kasih kepada lembaga pendidikan,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat menjadi penting untuk mewujudkan generasi sesuai tema Milad ke-61 Muhaka, yakni “Mewujudkan Generasi MULIA yang Berilmu, Berakhlak, dan Berprestasi.”
Pengajian Akbar tersebut dihadiri sekitar 800 peserta yang terdiri atas orang tua siswa, keluarga besar sekolah, serta jamaah dari Kalasan dan wilayah sekitarnya.
Sejumlah tokoh dan unsur pemerintahan turut hadir, di antaranya perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman, Panewu Kalasan beserta jajaran, Danramil, perwakilan Polsek, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kalasan, Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal PCM Kalasan, lurah dan dukuh di Purwomartani, serta Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kapanewon Kalasan.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa Milad Muhaka tidak hanya menjadi agenda internal sekolah, tetapi juga menjadi ruang mempererat hubungan antara lembaga pendidikan, Muhammadiyah, pemerintah, orang tua, dan masyarakat.
Selain pengajian, Milad ke-61 Muhaka diisi dengan kegiatan sosial dan apresiasi terhadap prestasi siswa. Sebanyak 153 paket sembako dibagikan kepada masyarakat. Sekitar 80 persen paket tersebut diperuntukkan bagi warga sekitar sekolah, sedangkan 20 persen lainnya diberikan kepada warga internal sekolah.
Muhaka juga memberikan beasiswa tahfidz dan beasiswa prestasi sebagai bentuk apresiasi sekaligus dukungan bagi siswa yang memiliki capaian di bidang akademik maupun keagamaan.
Suasana acara semakin semarak dengan penampilan berbagai potensi siswa Muhaka. Tari, musik, paduan suara, grup band, hingga tasmi’ Juz 30 ditampilkan di hadapan tamu dan jamaah.
Beragam penampilan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan di Muhaka tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat, kreativitas, seni, dan kemampuan keagamaan.
Kepala SMP Muhammadiyah 2 Kalasan, Apung Saepuddin, S.Pd.I., M.S.I., mengatakan bahwa memasuki usia ke-61, Muhaka terus berupaya memperkuat berbagai keunggulan sekolah.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan menjadi bagian penting untuk membangun kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan minat orang tua dalam memilih Muhaka sebagai tempat pendidikan bagi putra-putrinya.
Saat ini, Muhaka berada di peringkat kelima dari 27 SMP Muhammadiyah di Kabupaten Sleman dan menjadi peringkat pertama di wilayah Kalasan.
“Yang kami harapkan dari kegiatan Milad SMP Muhammadiyah 2 Kalasan yang ke-61 ini, tentunya sekolah kami lebih dipercaya dan lebih diminati lagi. Prestasi akademik dan nonakademik juga akan semakin baik sehingga SMP Muhammadiyah 2 Kalasan lebih unggul ke depannya,” ungkapnya.
Milad ke-61 Muhaka pun menjadi lebih dari sekadar perayaan bertambahnya usia sekolah. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berprestasi membutuhkan kerja bersama.
Sekolah dapat menyediakan pendidikan terbaik, tetapi keluarga tetap menjadi tempat pertama bagi anak untuk belajar nilai, keteladanan, dan karakter. Ketika keduanya berjalan searah, cita-cita menghadirkan generasi MULIA akan semakin kuat untuk diwujudkan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow