Murid SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta Raih Medali Perak OSN Kebumian Tingkat Nasional

Murid SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta Raih Medali Perak OSN Kebumian Tingkat Nasional

Smallest Font
Largest Font

MALANG — Murid SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (SMA Muhi), Sharisha Adhiella Maruti, berhasil meraih medali perak Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat nasional bidang Kebumian. Prestasi tersebut diraih dalam kompetisi yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, dan diumumkan pada Sabtu (19/9) sekitar pukul 21.00 WIB.

Capaian ini menambah deretan prestasi akademik SMA Muhi di tingkat nasional. Sharisha berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya setelah melewati rangkaian seleksi yang panjang dan kompetitif hingga bertemu dengan murid-murid berprestasi dari berbagai daerah di Indonesia.

Medali perak tersebut sekaligus memperlihatkan konsistensi Sharisha dalam menekuni bidang Kebumian. Sebelumnya, ia juga meraih medali emas Olimpiade Kebumian tingkat nasional dalam ajang OlympiCAD #8 di Makassar pada Februari 2026.

Perjalanan Sharisha menuju final OSN nasional berlangsung melalui tahapan seleksi yang berjenjang. Setiap tahap menjadi proses untuk menguji kemampuan sekaligus menyaring talenta terbaik dari berbagai daerah sebelum berkompetisi di tingkat nasional.

Dalam bidang Kebumian, peserta tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir logis, menganalisis persoalan, membaca data, menarik kesimpulan berdasarkan informasi ilmiah, serta menjaga ketelitian dalam menghadapi soal dengan tingkat kesulitan tinggi.

Bidang Kebumian sendiri bersifat multidisipliner karena mencakup berbagai cabang ilmu untuk memahami Bumi sebagai sistem yang dinamis dan saling berkaitan. Materinya meliputi geologi, geofisika, meteorologi, atmosfer, hingga oseanografi.

Peserta dapat dihadapkan pada persoalan mengenai struktur dan dinamika Bumi, mineral dan batuan, tektonik lempeng, gempa bumi, gunung api, hingga proses pembentukan bentang alam. Selain itu, aspek meteorologi dan atmosfer mencakup cuaca, iklim, awan, angin, tekanan, dan suhu udara. Sementara oseanografi berkaitan dengan karakteristik laut, arus, gelombang, pasang surut, serta interaksi laut dan atmosfer.

Karakter multidisiplin tersebut membuat OSN Kebumian tidak hanya membutuhkan penguasaan konsep, tetapi juga kemampuan menghubungkan berbagai fenomena alam secara ilmiah dan sistematis.

Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Drs. H. Herynugroho, M.Pd., mengatakan prestasi Sharisha merupakan hasil dari proses pembinaan dan pendampingan yang dilakukan secara konsisten di sekolah.

Menurutnya, pencapaian tersebut tidak hadir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan pembelajaran, latihan, pendampingan guru, serta pemberian ruang kepada murid untuk mengembangkan potensi masing-masing.

Sekolah, lanjut Herynugroho, terus membangun budaya dan iklim kompetisi yang sehat. Dengan demikian, murid tidak hanya didorong untuk mengejar prestasi, tetapi juga belajar menghargai proses dan perjuangan.

“Kompetisi tidak semata-mata dipandang sebagai persaingan untuk mendapatkan medali, tetapi sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan, mengukur diri, belajar dari pengalaman, dan membangun karakter,” ujarnya.

Herynugroho juga menekankan pentingnya karakter pantang menyerah yang terus ditanamkan kepada murid. Ketika menghadapi soal sulit, kegagalan dalam suatu tahapan, maupun persaingan dengan murid dari berbagai daerah, murid didorong untuk terus mencoba, mengevaluasi kekurangan, dan kembali berlatih.

Bagi SMA Muhi, medali perak OSN Kebumian yang diraih Sharisha menjadi bagian dari proses pembinaan prestasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Capaian tersebut sekaligus memperkuat tradisi prestasi akademik sekolah dengan memberikan ruang kepada murid untuk mengembangkan bakat dan minat sesuai bidang yang ditekuni.

Konsistensi Sharisha di bidang Kebumian, mulai dari medali emas OlympiCAD #8 di Makassar hingga medali perak OSN tingkat nasional di Malang, menunjukkan pentingnya proses panjang dalam membangun kemampuan dan prestasi seorang murid.

Lebih dari sekadar perolehan medali, perjalanan tersebut menjadi pengalaman bagi Sharisha untuk menghadapi seleksi berjenjang, berkompetisi secara sehat, mempertahankan semangat belajar, serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan.

Capaian Sharisha diharapkan dapat menginspirasi murid SMA Muhi lainnya untuk berani menemukan potensi, menekuni bidang yang diminati, dan membangun prestasi melalui proses yang disiplin, konsisten, serta penuh semangat pantang menyerah.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow