SMA Muhammadiyah 1 Yogya Salurkan Beasiswa Prestasi Rp18,3 Juta untuk 50 Siswa

SMA Muhammadiyah 1 Yogya Salurkan Beasiswa Prestasi Rp18,3 Juta untuk 50 Siswa

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (Muhi) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya prestasi dengan menyalurkan beasiswa kepada 50 siswa kelas X dan XI. Penyerahan beasiswa dilakukan langsung oleh Kepala SMA Muhi, Drs. H. Herynugroho, M.Pd., saat upacara bendera pada Senin (25/5) di halaman sekolah.

Total dana beasiswa yang disalurkan mencapai Rp18,3 juta. Program ini menjadi bentuk apresiasi sekolah terhadap siswa yang berhasil menorehkan prestasi di berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik.

Para penerima beasiswa merupakan siswa yang berhasil meraih prestasi mulai tingkat lokal hingga internasional. Pada bidang akademik, penghargaan diberikan kepada siswa yang berprestasi dalam olimpiade sains, lomba riset, dan kompetisi mata pelajaran. Sementara di bidang nonakademik, penghargaan diberikan untuk capaian di bidang olahraga, seni, kepemimpinan, hingga kegiatan ekstrakurikuler.

Pihak sekolah menyebut para penerima merupakan siswa yang konsisten berprestasi dan aktif mengharumkan nama sekolah di berbagai ajang kompetisi. Proses seleksi dilakukan secara ketat berdasarkan data prestasi yang telah diverifikasi sekolah bersama pembina masing-masing bidang.

Dalam sambutannya, Herynugroho menegaskan bahwa program beasiswa prestasi merupakan bagian dari upaya sekolah untuk memperkuat karakter unggul dan budaya kompetitif di lingkungan pendidikan.

“Kami ingin memberikan apresiasi nyata kepada siswa yang telah berjuang dan berprestasi. Harapannya, ini menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kualitas diri,” ujarnya di hadapan peserta upacara.

Ia menjelaskan, penentuan penerima beasiswa dilakukan melalui sistem poin prestasi yang diterapkan sekolah. Setiap capaian siswa dikonversi menjadi poin berdasarkan tingkat dan kualitas kompetisi yang diikuti. Prestasi tingkat internasional memiliki bobot tertinggi, disusul tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, hingga sekolah.

Selain jenjang kompetisi, kredibilitas penyelenggara lomba juga menjadi salah satu pertimbangan dalam penilaian poin. Menurutnya, sistem tersebut dirancang agar penilaian berlangsung objektif, adil, dan transparan.

“Kami ingin semua usaha siswa terukur dengan jelas dan dihargai secara proporsional,” jelasnya.

Program apresiasi ini dinilai tidak hanya berdampak pada capaian akademik siswa, tetapi juga pada perkembangan psikologis mereka. Penghargaan yang diberikan sekolah diyakini mampu meningkatkan rasa percaya diri, memperkuat motivasi belajar, serta mendorong lahirnya budaya kompetisi yang sehat dan kolaboratif di lingkungan sekolah.

Sementara itu, sejumlah siswa penerima beasiswa mengaku bangga dan termotivasi atas penghargaan yang diberikan. Mereka merasa kerja keras yang selama ini dilakukan mendapat pengakuan yang layak dan menjadi penyemangat untuk meraih prestasi di level yang lebih tinggi.

Melalui program ini, SMA Muhi berharap tradisi prestasi di lingkungan sekolah terus tumbuh dan melahirkan generasi unggul, berkarakter, serta mampu bersaing di tingkat global.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow