Raih 29 Medali, SMA Muhammadiyah 1 Yogya Terbaik Nasional di Olympicad VIII Makassar

Raih 29 Medali, SMA Muhammadiyah 1 Yogya Terbaik Nasional di Olympicad VIII Makassar

Smallest Font
Largest Font

MAKASSAR — Kafilah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil meraih prestasi membanggakan dengan menjadi juara umum Olympicad VIII Nasional tahun 2026 yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Makassar, Sulawesi Selatan pada tanggal 12-14 Februari 2026. Torehan 98 medali emas, 64 perak, dan 40 perunggu menegaskan kemenangan kafilah DIY dalam ajang tersebut. 

Tentunya, prestasi tersebut tidak bisa diraih tanpa kontribusi dari siswa, kepala sekolah dan guru, serta sekolah dari kafilah DIY yang turut menyumbang medali dalam Olympicad VIII Nasional. Salah satu sekolah dari kafilah DIY, SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (SMA Muhi) tampil sebagai sekolah peraih medali terbanyak se-Indonesia dengan total 29 medali, sekaligus mengukuhkan diri sebagai yang terbaik nasional.

Berdasarkan data resmi panitia, SMA Muhi mengoleksi 20 medali emas, 6 medali perak, dan 3 medali perunggu. Rinciannya antara lain:

  • Akustik (4 emas, 1 perak)
  • MTQ (1 perunggu)
  • E-sport (1 emas)
  • Senam (1 emas)
  • Web Desain (1 emas)
  • KTI (2 emas)
  • Business Plan (1 perak)
  • Majalah (1 perak)
  • Film Indie (1 emas)
  • News Reading (1 emas)
  • Musikalisasi Puisi (1 perunggu)
  • Matematika (2 emas)
  • Biologi (1 emas)
  • Kebumian (3 emas)
  • Astronomi (1 emas, 1 perak)
  • Fisika (1 perak, 1 perunggu)
  • Ekonomi (1 emas, 1 perak)
  • Kimia (1 emas)

Capaian ini menempatkan Muhi sebagai sekolah dengan raihan medali terbanyak dalam Olympicad VIII Nasional sekaligus memperkuat kontribusi Kafilah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai Juara Umum Olympicad VIII tingkat nasional.

Kepala SMA Muhi, Drs. H. Hery Nugroho, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini bukan hasil instan, melainkan buah dari proses panjang dan pembinaan berkelanjutan.

“Alhamdulillah, target juara umum tercapai. Ini bukan hanya kemenangan medali, tetapi kemenangan proses. Selama enam bulan terakhir kami melakukan seleksi berjenjang, pembinaan intensif oleh guru pendamping, hingga pemantapan di tingkat provinsi. Siswa tidak hanya ditempa secara akademik, tetapi juga mental, spiritual, dan karakter,” ujarnya.

Ia menjelaskan, budaya akademik di Muhi dirancang untuk menumbuhkan daya pikir kritis dan kreatif. Siswa dibiasakan mengerjakan soal berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills), berdiskusi aktif, serta mengikuti berbagai kompetisi untuk melatih daya juang dan kepercayaan diri.

Konsistensi latihan, kedisiplinan, dan pendampingan personal menjadi kunci keberhasilan. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para guru, pembina ekstrakurikuler, serta orang tua yang memberikan dukungan penuh selama persiapan hingga pelaksanaan lomba di Makassar.

Sekolah juga memberikan penghargaan atas setiap pencapaian siswa, baik dalam bentuk apresiasi formal, pembinaan lanjutan, maupun publikasi prestasi. Langkah ini dinilai penting untuk menumbuhkan budaya berprestasi di lingkungan sekolah.

Prestasi Muhi tidak lepas dari sistem ekstrakurikuler yang disiplin dan variatif, sehingga bakat siswa di bidang sains, seni, olahraga, maupun teknologi dapat berkembang secara optimal.

Menutup pernyataannya, Hery Nugroho mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyekolahkan putra-putrinya di Muhi.

“Kami berkomitmen memberikan pendidikan terbaik, baik akademik maupun karakter. Mari bergabung dan menjadi bagian dari generasi berprestasi dan berakhlak mulia,” ajaknya untuk mengakses informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui website resmi SPMB SMA Muhi.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    6
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow