Muhammadiyah Sapen Universal School: Wajah Baru Pendidikan Muhammadiyah
YOGYAKARTA — Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi meluncurkan Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) sebagai sekolah unggulan bertaraf internasional, Sabtu (4/7). Peresmian dilakukan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., bersama Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., disaksikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta Dr. Muhammad Ikhwan Ahada, M.A., Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Prof. Dr. Ahmad Nurmandi, M.Si., dan para tamu undangan lainnya.
Kehadiran MSUS menandai babak baru transformasi pendidikan Muhammadiyah yang mengusung konsep pendidikan unggul, berkarakter, dan berwawasan global. Sekolah ini dihadirkan sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan berkualitas yang mampu menjawab tantangan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Kepala SD Muhammadiyah Sapen, Agus Rahmanto, S.H., M.Pd., mengatakan MSUS dirancang sebagai model pendidikan Muhammadiyah bertaraf internasional yang memadukan keunggulan akademik dengan penguatan karakter.
"Kami berharap MSUS dapat sejajar dengan sekolah-sekolah terbaik di luar negeri. Tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mampu menguatkan karakter peserta didik, membekali mereka dengan wawasan global, serta menjadikan mereka siap berinteraksi dengan siapa pun, di mana pun, dan kapan pun," ujarnya.
Gedung MSUS memiliki enam lantai dengan luas bangunan sekitar 4947 M². Sekolah ini dikembangkan secara bertahap hingga memiliki 12 ruang kelas. Pada tahun pertama, sekolah membuka empat kelas, kemudian bertambah menjadi delapan, sepuluh, hingga mencapai 12 kelas. Setiap tahun, sekolah menargetkan menerima sekitar 60 peserta didik.

"Pada tahun ini, mulai 13 Juli nanti, MSUS akan memulai kegiatan belajar mengajar dengan dua rombongan belajar kelas 1 dan dua rombongan belajar kelas 3," jelas Agus.
Dalam penyelenggaraan pendidikan, MSUS menerapkan kurikulum yang mengkombinasikan kurikulum nasional dengan kurikulum internasional. Pendekatan ini dipilih agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih adaptif terhadap perkembangan global tanpa mengabaikan identitas sekolah Muhammadiyah.
Di samping itu, penguatan ISMUBA (Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab) tetap menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan pendidikan di MSUS. Nilai-nilai tersebut dipadukan dengan pembelajaran yang mendorong kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi.
MSUS memiliki keunggulan utama pada pembentukan karakter peserta didik. Selain mengembangkan kemampuan akademik, sekolah juga memberikan ruang yang luas bagi siswa untuk mengembangkan bakat, minat, serta potensi di berbagai bidang.
"Kami tidak hanya mengedepankan aspek akademik, tetapi juga memperkuat prestasi non akademik. Ranah kognitif, afektif, dan psikomotor dikembangkan secara seimbang dengan landasan karakter yang kuat," katanya.

Untuk mendukung proses pembelajaran, MSUS dilengkapi berbagai fasilitas modern, seperti perpustakaan yang luas, ruang kelas dengan papan interaktif digital, laboratorium komputer, matematika, dan sains, ruang pengembangan bakat dan minat, hingga fasilitas olahraga indoor.
Setelah diresmikan pada 4 Juli 2026, Muhammadiyah Sapen Universal School dijadwalkan mulai menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar pada hari pertama tahun ajaran baru, yakni 13 Juli 2026.
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow