Milad ke-76, SMA Muhammadiyah 2 Yogya Komitmen Memperkuat Nalar Siswa
YOGYAKARTA — Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin cepat membawa tantangan baru bagi dunia pendidikan. Ketika teknologi mampu menyediakan berbagai jawaban dalam hitungan detik, sekolah dituntut memastikan siswa tidak kehilangan kemampuan untuk berpikir, menganalisis, dan mengambil keputusan secara mandiri.
Tantangan tersebut menjadi salah satu perhatian SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta dalam momentum Milad ke-76. Mengusung tema “Sangkan Paraning Karsa, Maju Ing Samudraning Jaman,” sekolah menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa mengesampingkan kemampuan manusia.
Kepala SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Hj. Retno Sumirat, M.Pd., mengatakan kemajuan teknologi, termasuk AI, tidak perlu dijauhi. Teknologi justru dapat dimanfaatkan sebagai instrumen untuk memperkuat proses pembelajaran dan kemampuan siswa.
Namun, pemanfaatan teknologi harus tetap disertai kesadaran bahwa manusia merupakan pengendali utama.
“Teknologi itu ibaratnya pisau. Pisau bisa menajamkan pengetahuan kita, tapi bisa juga melukai kita,” ujar Retno di sela rangkaian Milad ke-76 di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Rabu (9/9).
Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi hal penting bagi guru maupun siswa. Perubahan teknologi telah mengubah wajah pembelajaran, dari penggunaan kapur dan papan tulis hingga papan digital, gawai, dan AI.
Meski demikian, perkembangan tersebut tidak boleh menghilangkan proses berpikir siswa. Penggunaan gawai dalam pembelajaran tetap diberikan batasan agar teknologi tidak berubah menjadi alat yang membuat siswa bergantung pada jawaban instan.
AI, kata Retno, dapat digunakan sebagai sumber atau referensi awal. Informasi yang diperoleh kemudian harus dikembangkan melalui kreativitas, analisis, penalaran, dan penilaian siswa sendiri.
Sekolah juga mendorong pembelajaran AI yang terintegrasi. Sebagai sekolah model implementasi pembelajaran mendalam, coding, dan kecerdasan artifisial, guru terus didorong meningkatkan kompetensinya agar mampu mengikuti perkembangan teknologi.
Menariknya, proses adaptasi tersebut juga membuka ruang pembelajaran dua arah. Dalam beberapa situasi, guru justru dapat belajar dari kreativitas siswa dalam memanfaatkan teknologi.
“Kadang guru belajar dari siswa. Kita tidak memungkiri, untuk kemajuan teknologi terkadang kita malah ketinggalan dengan anak-anak yang lebih kreatif,” ujarnya.
Karena itu, pembelajaran diarahkan pada pola inquiry dan kolaborasi. Siswa tidak hanya diajarkan menggunakan teknologi, tetapi juga memahami cara memberikan perintah atau prompt yang tepat, memeriksa hasil yang diberikan AI, serta mengolah kembali informasi tersebut berdasarkan kemampuan berpikir mereka.
“Intinya, jangan sampai siswa yang dikendalikan AI. AI harus tetap menjadi alat bantu. Sementara konsep, penilaian, dan keputusan berada di tangan manusia,” tegas Retno.
Sementara itu, Ketua Panitia Milad ke-76 SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta sekaligus Wakil Kepala Bidang Humas SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Fatma Taufiyanti, S.Si., M.Psi., mengatakan rangkaian Milad berlangsung mulai 9 September hingga 17 Oktober 2026.
Kegiatan dikemas secara luring dan daring dengan melibatkan warga sekolah, masyarakat, serta pelajar dari luar sekolah. Salah satu agenda utama ialah MUHACOM (Muhammadiyah 2 Annual Competition) tingkat nasional yang menyasar siswa SMP atau sederajat.
Kompetisi eksternal secara luring meliputi Musabaqoh Hifdzil Quran (MHQ), Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ), vokal, dan band. Sementara kompetisi daring mencakup Olimpiade IPA, English News Reading, dan desain poster.
“Sementara kompetisi eksternal online meliputi Olimpiade IPA, English News Reading dan desain poster,” jelas Fatma.
Di tingkat internal, berbagai lomba juga digelar untuk siswa SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Kegiatan tersebut meliputi lukis, memasak kreasi kentang, estafet catur, voli bola besar, Duta Sekolah, Senam Anak Indonesia Hebat, Display Kreatif, hingga kebersihan kelas. Sekolah juga menggelar Muha School Trial pada 26 September 2026 yang menyasar siswa SMP di Kota Yogyakarta.
Tidak hanya berorientasi pada prestasi dan kreativitas, Milad ke-76 juga menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial. Sekolah menyiapkan bakti sosial berupa khitanan massal dengan target 76 peserta, pembagian sembako, serta pemeriksaan kesehatan gratis.
“Khitanan massal dijadwalkan bekerja sama dengan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah pada 10 Oktober 2026,” ungkap Fatma.
Rangkaian kegiatan lainnya ialah Tasmi Al Quran Bil Ghoib Akbar pada 1 Oktober dan Pengajian Akbar pada 3 Oktober 2026 di Grha Ibnu Sina. Adapun puncak Milad dijadwalkan pada 2 Oktober 2026. Agenda tersebut diisi pemberian penghargaan umrah dan masa bakti bagi guru serta tenaga kependidikan, penghargaan bagi siswa berprestasi, pengumuman pemenang MUHACOM, serta pentas kreativitas siswa.
Rangkaian Milad kemudian ditutup dengan talkshow bersama Vina Muliana, Human Resources Practitioner dan Content Creator, pada 17 Oktober 2026. Talkshow tersebut mengangkat tema “Star Now: Kenali Potensimu, Siapkan Masa Depanmu.”
Melalui rangkaian tersebut, Milad ke-76 tidak hanya menjadi perayaan perjalanan panjang SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, tetapi juga menjadi momentum meneguhkan kesiapan sekolah menghadapi perubahan zaman dengan teknologi sebagai alat dan manusia tetap sebagai pengendali.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow