Dari Buku ke Benih: Cara SMP Unggulan ‘Aisyiyah Bantul Rayakan Literasi dengan Aksi Nyata
BANTUL — Suasana hangat terasa di Pendopo Manggala Parasamya II Pemda Bantul, Manding, Rabu (1/10). Deretan stan berwarna-warni tampak ramai dikunjungi pelajar, guru, dan masyarakat yang hadir dalam Festival Literasi Tahun 2025 yang digelar oleh Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Bantul.
Di antara puluhan peserta, stan milik SMP Unggulan 'Aisyiyah Bantul (SMP UA Bantul) menjadi salah satu yang paling menarik perhatian. Sekolah yang dikenal unggul dalam bidang literasi dan riset ini tampil berbeda: bukan hanya dengan buku dan karya tulis, tetapi juga dengan hasil pertanian segar yang menggugah rasa ingin tahu pengunjung.
Kehadiran hasil pertanian di stan SMP UA Bantul bukan tanpa alasan. Produk itu merupakan bagian dari penelitian siswa berjudul “Persepsi Remaja SMP terhadap Profesi Petani Tradisional dan Modern di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.”
Salah satu peneliti, Fatimah Khairunnisa, menjelaskan bahwa riset tersebut dilakukan untuk memahami bagaimana remaja melihat profesi petani di era modern.
“Kami ingin tahu apa yang memengaruhi minat remaja terhadap profesi petani. Harapannya, profesi ini tidak lagi dipandang sebelah mata. Apa yang kita makan setiap hari tak lepas dari peran petani,” ujarnya penuh semangat. Hasil penelitian para siswa itu ditampilkan berdampingan dengan karya tulisan mereka yang bertema ketahanan pangan dan lingkungan hidup.
Selain memamerkan karya riset, stan SMP UA Bantul juga menghadirkan kegiatan unik: pembagian benih cabai rawit gratis kepada pengunjung. Inisiatif ini dipimpin oleh Delia Uztati, salah satu penjaga stan, sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan Ketahanan Pangan ‘Aisyiyah dalam rangka Milad ke-108 ‘Aisyiyah tahun 2025.
“Kami ingin mengajak masyarakat untuk menanam cabai di rumah masing-masing. Dari langkah kecil ini, kita belajar mempersiapkan diri menyongsong hari esok dan menumbuhkan kepedulian terhadap tanaman di sekitar,” tutur Delia.
Stan SMP UA Bantul bahkan menyajikan minuman es teh manis dan souvenir sederhana bagi para pengunjung—menambah suasana akrab dan menyenangkan.
Kiprah literasi SMP UA Bantul memang tidak diragukan lagi. Perpustakaan sekolah mereka, “Arqaa Library,” meraih akreditasi A dengan nilai 94,71 pada tahun 2024. Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam membangun budaya membaca dan meneliti di kalangan pelajar.
Selama festival berlangsung hingga Jumat (3/10), stan SMP UA Bantul tak pernah sepi pengunjung. Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bantul, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Bantul, Majelis PAUD Dasmen PDA Bantul, dan Ketua Komite Sekolah.
Kehadiran mereka menjadi bentuk apresiasi terhadap semangat para pelajar muda yang tak hanya aktif di dunia literasi, tetapi juga peka terhadap isu lingkungan dan ketahanan pangan.
Partisipasi SMP UA Bantul dalam Festival Literasi Perpusda Bantul kali ini menjadi bukti bahwa literasi tidak melulu soal membaca dan menulis. Ia bisa tumbuh dari tanah, dari benih yang ditanam dengan cinta, dan dari kesadaran bahwa belajar bisa dilakukan di mana saja.
Dari tangan-tangan para pelajar SMP UA Bantul, literasi tumbuh subur bersama benih cabai rawit — menyimbolkan harapan akan generasi yang cerdas, peduli, dan berdaya untuk masa depan bangsa.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow