Dialog Pendidikan Muhdasa Bersama Arif Jamali Muis: Menjadi Guru yang Adaptif dan Menginspirasi
YOGYAKARTA — SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta (Muhdasa) menggelar Dialog Pendidikan bersama Direktur Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Arif Jamali Muis, S.Pd., M.Pd., pada Jumat (25/9). Dialog tersebut membahas tantangan pendidikan di tengah perubahan teknologi dan perkembangan zaman yang turut memengaruhi karakter serta pola pikir peserta didik.
Dalam dialog tersebut, Arif Jamali Muis menekankan pentingnya kemampuan guru untuk beradaptasi tanpa kehilangan nilai-nilai pendidikan. Menurutnya, guru perlu memiliki kecintaan kepada murid dan ilmu, sekaligus cara berpikir yang terbuka dan berkemajuan.
“Guru harus cinta murid, cinta ilmu, memiliki cara berpikir terbuka dan berkemajuan, serta menggunakan metodologi yang adaptif dan bermakna sesuai kekinian,” tutur Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DI Yogyakarta itu.
Ia menilai perubahan zaman menuntut guru untuk terus belajar dan menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik. Adaptasi tersebut bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memastikan proses pendidikan tetap memiliki makna dan mampu membentuk karakter.

Kepala SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta, Esti Priyantini, S.S., M.Pd.B.I., menyampaikan bahwa Dialog Pendidikan menjadi momentum untuk menguatkan semangat guru agar terus belajar dan menghadirkan pembelajaran yang relevan bagi peserta didik.
“Guru harus terus bertumbuh agar mampu mendampingi anak-anak menghadapi perubahan zaman,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta H. Aris Madani, S.Pd.I., M.Si., menegaskan bahwa ketulusan dan komitmen merupakan bagian penting dalam menjalankan amanah sebagai pendidik.
“Menjadi guru bukan hanya tentang menyampaikan ilmu, tetapi juga tentang keteladanan, kepedulian, dan komitmen untuk memuliakan peserta didik,” pesannya.
Dialog berlangsung secara interaktif dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan agenda Goresan Sang Tokoh.
Melalui Dialog Pendidikan tersebut, Muhdasa mendorong para guru untuk terus mengembangkan kapasitas diri, terbuka terhadap perubahan, serta menghadirkan pembelajaran yang adaptif dan bermakna tanpa meninggalkan nilai-nilai pendidikan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow