Tadarus Lintas Negara, SD Muhammadiyah Karangkajen Yogya dan Al Umma Belanda Eratkan Ukhuwah Ramadan
YOGYAKARTA — Semangat Ramadan tidak hanya dirasakan umat Islam di satu tempat, tetapi juga mampu menyatukan mereka lintas negara. Hal inilah yang tergambar dalam kegiatan Tadarus Al-Quran Lintas Negara yang digelar SD Muhammadiyah Karangkajen Yogyakarta bersama Al Umma School Belanda pada Kamis (5/3).
Kegiatan yang berlangsung secara daring ini dimulai pukul 15.30 WIB di Indonesia dan pukul 09.00 waktu Belanda. Melalui tatap maya, para siswa dan guru dari kedua sekolah dapat bertemu secara virtual untuk membaca Al-Quran bersama meski terpisah jarak ribuan kilometer.
Tadarus lintas negara ini menjadi bagian dari upaya menyemarakkan Ramadan 1447 Hijriah sekaligus mempererat tali silaturahim umat Islam di berbagai belahan dunia. Kegiatan tersebut juga sejalan dengan visi SD Muhammadiyah Karangkajen dalam membentuk generasi qurani yang unggul, berwawasan global, dan peduli lingkungan.
Kepala SD Muhammadiyah Karangkajen, Novia Nuryany, S.IP., M.Pd., bersama Tri Nugroho, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini memberi pengalaman berharga bagi para siswa.
“Melalui kegiatan lintas negara ini, siswa tidak hanya belajar membaca Al-Quran dengan baik, tetapi juga mengenal saudara seiman dari negara lain serta memahami bahwa Islam mempersatukan umatnya di seluruh dunia,” ujarnya.
Kegiatan diikuti para siswa dan guru dari kedua sekolah dengan penuh antusias. Dalam pelaksanaannya, para siswa membaca ayat-ayat suci Al-Quran secara bergantian. Siswa dari SD Muhammadiyah Karangkajen terlebih dahulu melantunkan ayat-ayat Al-Quran, kemudian dilanjutkan oleh siswa dari Al Umma Belanda.
Meski dilakukan secara daring, suasana tadarus berlangsung khidmat dan hangat. Para siswa tampak bersemangat ketika mendapat kesempatan membaca Al-Quran di hadapan teman-teman dari negara lain. Guru dari kedua sekolah juga turut mendampingi sekaligus memberikan arahan agar bacaan para siswa tetap sesuai dengan kaidah tajwid yang benar.
Selain membaca Al-Quran, para siswa juga saling menyapa melalui percakapan suara maupun pesan chat. Interaksi tersebut menambah suasana kebersamaan dan memperkuat rasa persaudaraan di antara mereka.
Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kecintaan siswa terhadap Al-Quran, tetapi juga memberikan pengalaman berharga dalam berinteraksi dengan teman-teman dari luar negeri. Hal tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus memperluas wawasan global sejak dini.
Bagi para siswa di Belanda, kegiatan ini juga menjadi momen istimewa untuk merasakan kebersamaan Ramadan bersama saudara seiman di Indonesia. Meski hidup dalam lingkungan dan budaya yang berbeda, semangat membaca Al-Quran menjadi pengikat kebersamaan mereka.
Para guru dari kedua sekolah menilai kegiatan seperti ini penting untuk terus dilanjutkan di masa mendatang. Selain sebagai sarana pembelajaran agama, tadarus lintas negara juga menjadi jembatan persahabatan antarbangsa yang dilandasi nilai-nilai Islam.
Momentum Ramadan sendiri dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Quran, sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak membaca dan mempelajari kitab suci tersebut. Melalui kegiatan ini, para siswa diajak memahami bahwa membaca Al-Quran bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga sarana memperkuat iman dan takwa.
Selain itu, kegiatan ini menunjukkan bahwa teknologi dapat dimanfaatkan untuk hal-hal positif. Dengan teknologi, jarak dan perbedaan wilayah tidak lagi menjadi penghalang untuk belajar bersama dan mempererat hubungan persaudaraan.
Para siswa pun terlihat gembira mengikuti kegiatan tersebut. Beberapa di antaranya bahkan mengaku semakin termotivasi untuk memperbaiki bacaan Al-Quran agar dapat tampil lebih baik dalam kegiatan serupa di masa mendatang.
Pihak sekolah berharap tadarus lintas negara ini dapat terus berlanjut dengan berbagai program kolaborasi lain, baik dalam bidang keagamaan, pendidikan, maupun budaya.
Lebih dari sekadar membaca Al-Quran, kegiatan ini menjadi simbol persatuan umat Islam. Islam mengajarkan bahwa seluruh Muslim adalah saudara, tanpa memandang perbedaan bangsa, bahasa, maupun negara.
Melalui kegiatan ini diharapkan ukhuwah Islamiyah semakin kuat, sekaligus melahirkan generasi qurani yang berakhlak mulia, berilmu, dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat serta dunia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow