Siswa SMP Muhammadiyah Al Mujahidin Ciptakan Alat Pengusir Burung Tenaga Surya, Bantu Petani Selamatkan Panen
GUNUNGKIDUL – Dua siswa SMP Muhammadiyah Al Mujahidin Gunungkidul berhasil menciptakan inovasi yang sederhana namun berdampak besar bagi dunia pertanian. Mereka adalah Rafif Alvaro Belvania (kelas 8G) dan Muhammad Syauqi Ahza (kelas 9G), yang meneliti dan membuat alat pengusir hama burung emprit berbasis tenaga surya.
Inovasi ini lahir dari keprihatinan mereka terhadap nasib petani di Gunungkidul yang selama ini bergantung pada tanaman padi, namun kerap dirugikan oleh serangan burung emprit. “Burung-burung itu sering memangsa bulir padi yang hampir panen. Orang-orangan sawah dan jaring tidak lagi efektif karena burung sudah terbiasa,” kata Rafif.
Melihat masalah itu, keduanya mencari solusi yang ramah lingkungan, hemat energi, dan mudah digunakan oleh petani. Dari situlah muncul ide untuk menciptakan alat pengusir burung tenaga surya—sebuah sistem yang bekerja otomatis menggunakan energi matahari untuk menghasilkan suara berfrekuensi tertentu yang tidak disukai burung.
Dalam uji coba lapangan di sawah petani Gunungkidul, alat ini menunjukkan hasil yang mencengangkan. Setelah diaktifkan, jumlah burung yang datang ke area sawah menurun hingga 90 persen. “Alat ini tetap berfungsi meski cuaca mendung karena dilengkapi baterai penyimpanan daya. Petani juga bilang alatnya mudah dipakai dan tidak butuh listrik PLN,” jelas Syauqi.
Salah satu petani, Wahyu, mengaku sangat terbantu dengan alat tersebut.
“Selama ini kami hanya pakai kincir angin untuk mengusir burung. Dengan alat ini, hasilnya jauh lebih efektif. Burung enggan mendekat ke sawah,” ujarnya puas.
Bagi pembimbing mereka, Ustazah Zamzam Fatma Ambarsari, M.Pd., karya dua siswanya ini bukan sekadar proyek penelitian. Lebih dari itu, ia melihat adanya semangat belajar yang nyata dan berdampak bagi masyarakat.
"Alat ini sudah tersertifikasi HAKI. Kami berharap bisa memberi kontribusi nyata bagi petani sekaligus menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengasah soft skill dan hard skill mereka,” ungkapnya.
Dengan biaya pembuatan murah dan cara kerja sederhana, alat pengusir burung tenaga surya ini berpotensi menjadi teknologi tepat guna untuk membantu petani meningkatkan produktivitas padi sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan berbasis energi terbarukan.
What's Your Reaction?
-
2
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow