Mengukir Prestasi Qur’ani, 20 Murid SMA Muhammadiyah 1 Yogya Diwisuda Tahfidz

Mengukir Prestasi Qur’ani, 20 Murid SMA Muhammadiyah 1 Yogya Diwisuda Tahfidz

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Sebanyak 20 murid kelas XII SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (SMA Muhi) mengikuti Wisuda Tahfidz Sekolah dan Madrasah Muhammadiyah se-Kota Yogyakarta yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta, Sabtu (31/1). Kegiatan ini dipusatkan di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta.

Wisuda tahfidz tahun ini mengusung tema “Mewujudkan Generasi Qur’ani untuk Negeri, Menebar Damai di Bumi Pertiwi”, yang merefleksikan komitmen Muhammadiyah dalam mencetak generasi muda yang unggul secara akademik sekaligus berkarakter Qur’ani. Pada kesempatan tersebut, Mohammad Rafif Abiyu Athallah dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dengan capaian hafalan 10 juz Al-Qur’an.

Acara berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan dengan dihadiri pimpinan persyarikatan Muhammadiyah, jajaran Majelis Pendidikan, kepala sekolah, guru, orang tua, serta para wisudawan. Ketua PDM Kota Yogyakarta, H. Aris Madani, S.Pd.I., M.Si., hadir memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada para hafidz dan hafidzah.

Dalam pesannya, Aris Madani menegaskan bahwa tahfidz Al-Qur’an merupakan amal mulia yang memiliki keutamaan besar, tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat. Ia menekankan bahwa menjadi hafidz tidak berhenti pada hafalan semata.

“Menjadi hafidz Al-Qur’an bukan hanya tentang seberapa banyak ayat yang dihafal, tetapi sejauh mana Al-Qur’an itu hidup dalam sikap, perilaku, dan cara berpikir kita sehari-hari,” ujarnya. Ia menambahkan, generasi Qur’ani diharapkan mampu menebar kedamaian, menjaga persatuan, serta menjadi solusi atas berbagai persoalan umat dan bangsa.

Senada dengan itu, Ketua Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Non-Formal (PNF) PDM Kota Yogyakarta, Dr. H. Ishafit, M.Si., menyampaikan apresiasi atas capaian para wisudawan. Menurutnya, tema wisuda tahfidz sejalan dengan visi pendidikan Muhammadiyah yang menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber nilai dan inspirasi kehidupan.

“Kami berharap para wisudawan tidak berhenti pada seremoni hari ini, tetapi terus menjaga hafalan, memperdalam pemahaman, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an di mana pun berada,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa hafidz Al-Qur’an memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan akhlak dan pembawa pesan damai di tengah masyarakat.

Sementara itu, Wakil Kepala Urusan ISMUBA SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Isnanto Widi Putranto, M.Pd.I., menjelaskan bahwa 20 wisudawan dari SMA Muhi telah melalui proses seleksi yang ketat dan berjenjang. Proses tersebut dimulai dari pembinaan dan pemantauan hafalan rutin di sekolah, dilanjutkan tasmi’ di hadapan tim penguji internal, hingga seleksi dan verifikasi oleh tim tahfidz PDM Kota Yogyakarta.

“Seleksi ini mengacu pada mekanisme wisuda tahfidz tahun-tahun sebelumnya. Kami memastikan siswa yang diwisuda benar-benar memenuhi standar kualitas bacaan, kelancaran, dan konsistensi hafalan,” jelasnya. Ia menambahkan, proses tersebut juga menjadi sarana pembentukan karakter seperti kedisiplinan, keistiqamahan, dan tanggung jawab.

Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Drs. H. Hery Nugroho, M.Pd., menegaskan komitmen sekolah dalam mengembangkan SMA Muhi sebagai sekolah unggulan Islam yang mencetak kader persyarikatan dan calon pemimpin bangsa. Program tahfidz, menurutnya, menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

“Kami berharap para wisudawan tahfidz ini kelak menjadi pemimpin bangsa yang tangguh, berintegritas, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam setiap langkah kehidupannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, generasi yang mencintai Al-Qur’an adalah generasi yang siap menghadapi tantangan zaman dengan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow