Harmoni Serumpun, SMA Muhammadiyah 1 Yogya Terima Kunjungan Internasional dari Sekolah Malaysia
YOGYAKARTA — SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (Muhi) menerima kunjungan kehormatan dari Kolej Islam Sultan Alam Shah (KISAS) Malaysia, Kamis (12/2), dalam balutan tema besar “Harmoni Budaya Kolaborasi Pembelajaran.” Kunjungan lima guru dan 32 murid KISAS ini menjadi momentum mempererat persaudaraan serumpun sekaligus memperkuat jejaring pendidikan internasional.
Sejak pagi, rombongan disambut hangat keluarga besar SMA Muhi. Suasana akrab langsung terbangun ketika para murid SMA Muhi berinteraksi dengan partner masing-masing dari KISAS dalam sesi penyambutan pukul 07.45 WIB. Momen ini menjadi ruang awal membangun kedekatan personal sebelum memasuki agenda resmi.
Pembukaan kegiatan digelar pukul 08.00 WIB di Grha Assakinah. Acara berlangsung khidmat dengan pembacaan kalam ilahi, sambutan, serta pertunjukan seni dari kedua sekolah. Penampilan rockestra Muhi berpadu harmonis dengan persembahan khas KISAS seperti Tari Zapin “Ya Salam”, lagu “Original Sabahan”, choral speaking, dikir barat, pantun, hingga lakon bertema “Visit Malaysia Year 2026”.
Setiap sajian seni bukan sekadar hiburan, melainkan diplomasi budaya yang menampilkan kekayaan tradisi Melayu-Islam di dua negara. Seni menjadi bahasa universal yang menjembatani perbedaan, memperkuat rasa saling menghargai, sekaligus menumbuhkan kebanggaan identitas budaya masing-masing.
Kunjungan ini diterima langsung oleh Pjs Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Marini Amalia Octavianti, M.Pd. Ia menegaskan bahwa kolaborasi global merupakan kebutuhan pendidikan masa kini.
“Kolaborasi global bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dalam dunia pendidikan saat ini. Pengalaman lintas negara memberi pembelajaran autentik, melatih komunikasi antarbudaya, serta menanamkan nilai toleransi dan kepemimpinan,” ujarnya.
Memasuki sesi inti, pukul 09.30 WIB peserta dibagi dalam kelas kolaboratif. Kelompok A mengikuti kelas membatik di Lobi Ruang Guru, sedangkan Kelompok B belajar gamelan di lantai 4. Pukul 10.30 WIB, seluruh peserta memainkan angklung bersama di Grha Assakinah, menciptakan harmoni nada yang menyatukan perbedaan latar belakang.
Menjelang siang, KISAS menampilkan showcase kreativitas murid di Lobi Timur/Halaman Timur. Kegiatan dilanjutkan dengan ISHOMA pukul 12.45 WIB di Masjid dan Grha Assakinah sebagai ruang refleksi spiritual sekaligus istirahat bersama.
Pada sesi berikutnya pukul 13.45 WIB, kelompok bertukar kelas agar seluruh peserta merasakan pengalaman membatik dan bermain gamelan secara merata. Interaksi ini menuntut kerja sama, komunikasi, serta empati lintas budaya.
Perwakilan guru KISAS dalam sambutannya menekankan pentingnya sikap saling menghormati budaya global dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun pemahaman yang lebih luas.
Rangkaian acara ditutup dengan salat Asar bersama, kemudian penutupan resmi pukul 15.45 WIB di Grha Assakinah. Suasana hangat terasa dalam sesi makan sore prasmanan dan ramah tamah. Penampilan solo vokal murid SMA Muhi serta nyanyian bersama menjadi penutup yang mengesankan, meninggalkan kenangan persahabatan yang kian erat.
Melalui kunjungan ini, SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta menegaskan komitmennya sebagai sekolah berwawasan global yang tetap berakar pada nilai budaya dan keislaman. Pendidikan kembali membuktikan diri sebagai jembatan harmoni antarbangsa sekaligus ruang tumbuh bagi generasi pemimpin masa depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow