Daihatsu SMK Skill Contest Regional DIY 2026 Sukses Dilaksanakan di Bantul

Daihatsu SMK Skill Contest Regional DIY 2026 Sukses Dilaksanakan di Bantul

Smallest Font
Largest Font

BANTUL — SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro berhasil meraih juara pada 9th Daihatsu SMK Skill Contest Regional Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026 dan berhak mewakili DIY pada kompetisi tingkat nasional. Pengumuman pemenang dilakukan dalam rangkaian acara penyerahan hasil akreditasi Daihatsu School Skill Center serta donasi engine dan transmisi bagi SMK binaan Daihatsu di Bengkel TKR SMK Muhammadiyah 1 Bantul Unit 2, Jumat (17/7).

Kepala SMK Muhammadiyah 1 Bantul, Harimawan, S.Pd.T., M.S.I., mengatakan sekolahnya mendapat amanah dari PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sebagai koordinator wilayah Daihatsu School Skill Center DIY untuk menjadi tuan rumah seleksi regional tahun ini.

Sebanyak 28 SMK binaan Daihatsu di DIY mengikuti kompetisi tersebut. Setelah melalui proses seleksi, terpilih tiga finalis, yakni SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro, SMK Muhammadiyah 1 Playen, dan SMK Ma'arif Wates. Ketiganya menjalani uji praktik secara langsung sebelum akhirnya dewan juri menetapkan SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro sebagai juara.

"Harapannya, wakil DIY mampu berprestasi di tingkat nasional dan membawa nama baik Daerah Istimewa Yogyakarta," ujar Harimawan.

Selain kompetisi, kegiatan juga diisi dengan penyerahan sertifikat akreditasi Daihatsu School Skill Center kepada 28 SMK binaan yang telah mengikuti proses asesmen dan visitasi. Harimawan menjelaskan, akreditasi tersebut membawa banyak manfaat bagi sekolah.

Menurutnya, sekolah yang telah terakreditasi akan memperoleh bantuan berupa engine dari PT Astra Daihatsu Motor sebagai media pembelajaran praktik. Selain itu, sekolah juga berhak mengikuti sinkronisasi kurikulum otomotif bersama industri, memperoleh pelatihan bagi guru dan siswa, serta mengikuti program sertifikasi kompetensi guru dan siswa melalui uji sertifikasi setiap tahun. Program terbaru yang juga akan dikembangkan adalah sertifikasi dojo.

Ia berharap penyelenggaraan Daihatsu SMK Skill Contest mampu menjadi pemantik semangat bagi sekolah, guru, dan siswa untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualitas pendidikan vokasi.

Sementara itu, Kepala Departemen CSR PT Astra Daihatsu Motor, Yazid Alfaizun, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi melalui program Pintar Bersama Daihatsu yang kini telah menjangkau lebih dari 400 SMK di Indonesia, termasuk 28 SMK binaan di DIY.

Menurutnya, program tersebut dirancang agar memberikan manfaat nyata bagi sekolah, guru, siswa, dunia industri, hingga pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

"Penyerahan sertifikat akreditasi bukan sekadar bentuk penghargaan, tetapi menjadi acuan bagi sekolah untuk mengetahui kekuatan sekaligus area yang masih perlu dikembangkan. Sementara donasi engine dan transmisi diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat pembelajaran praktik yang relevan dengan kebutuhan industri," ujarnya.

Ia menambahkan, kemajuan pendidikan vokasi tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi erat antara sekolah, pemerintah, dunia usaha, guru, dan peserta didik.

"Semoga program Pintar Bersama Daihatsu terus memberikan dampak berkelanjutan dalam melahirkan lulusan SMK yang unggul, kompeten, dan berdaya saing tinggi," katanya.

Yazid juga menyampaikan apresiasi kepada SMK Muhammadiyah 1 Bantul yang telah menjadi tuan rumah dan mendukung penuh penyelenggaraan agenda ini.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, H. Gita Danu Pranata, S.E., M.M., turut mengapresiasi konsistensi SMK Muhammadiyah dalam meningkatkan kompetensi peserta didik melalui penguatan keterampilan yang dibimbing oleh para pendidik profesional.

Menurutnya, pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam mencetak lulusan yang mandiri sehingga mampu menjadi bagian penting dalam mewujudkan kemandirian bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, Wiwik Indriyani, S.Pd., M.Si., mengatakan dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan besar akibat pesatnya perkembangan teknologi.

Ia mengapresiasi komitmen Muhammadiyah dan seluruh mitra industri yang terus meningkatkan mutu layanan pendidikan vokasi. Menurutnya, kolaborasi seperti yang dibangun melalui program Pintar Bersama Daihatsu menjadi contoh nyata penerapan konsep link and match antara dunia pendidikan dan industri.

Wiwik menilai salah satu penyebab tingginya angka pengangguran terbuka adalah terjadinya mismatch antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Karena itu, sekolah perlu terus memperkuat karakter, soft skills, sekaligus menjalin kemitraan dengan industri agar mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan perkembangan teknologi.

"Teruslah bergandeng tangan dengan industri. Kolaborasi yang kuat akan menjadi barometer kualitas layanan pendidikan vokasi sekaligus menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan," ujarnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow