SD Muhammadiyah Karangkajen Terima Kunjungan Duta Bahasa DIY, Tanamkan Budaya Berbahasa Sejak Dini
YOGYAKARTA — SD Muhammadiyah Karangkajen Yogyakarta menerima kunjungan tim Duta Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam kegiatan Implementasi Krida Duta Bahasa Provinsi DIY, Kamis (23/7). Program ini menjadi bagian dari upaya menanamkan kesadaran berbahasa kepada peserta didik sejak usia dini melalui pendekatan yang interaktif, kreatif, dan berbasis literasi.
Sebanyak 50 siswa mengikuti kegiatan dengan antusias. Kehadiran tim Duta Bahasa DIY disambut hangat oleh keluarga besar SD Muhammadiyah Karangkajen sebagai wujud kolaborasi antara dunia pendidikan dan Balai Bahasa dalam membangun generasi yang cakap berbahasa sekaligus berkarakter.
Rombongan dipimpin oleh Nutyati, S.S., Widyabahasa Ahli Pertama Balai Bahasa Provinsi DIY. Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa Duta Bahasa memiliki peran sebagai agen perubahan yang mengampanyekan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, pelestarian bahasa daerah, serta penguasaan bahasa asing secara proporsional.
Menurut Nutyati, ketiga aspek tersebut merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi. Bahasa Indonesia menjadi pemersatu bangsa yang harus digunakan sesuai kaidah, bahasa daerah merupakan identitas budaya yang perlu dilestarikan, sedangkan bahasa asing menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan global.
"Kami berharap peserta didik sejak usia dini memiliki kesadaran bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga cerminan karakter, budaya, dan identitas bangsa. Melalui kegiatan yang menyenangkan, anak-anak diharapkan semakin mencintai bahasa Indonesia, bangga menggunakan bahasa daerah, sekaligus termotivasi mempelajari bahasa asing sesuai kebutuhan," ujar Nutyati.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tidak hanya mendapatkan materi tentang kebahasaan, tetapi juga mengikuti berbagai permainan edukatif yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan berbahasa sekaligus melatih keberanian berkomunikasi. Suasana belajar berlangsung aktif dan penuh semangat karena para peserta terlibat langsung dalam setiap tantangan yang diberikan.
Selain permainan interaktif, siswa juga diajak memperkuat budaya literasi melalui edukasi mengenai pentingnya membaca, menulis, dan menggunakan bahasa secara santun dalam kehidupan sehari-hari. Materi disampaikan dengan metode yang komunikatif sehingga mudah dipahami oleh peserta didik tingkat sekolah dasar.
Kepala SD Muhammadiyah Karangkajen Yogyakarta, Novia Nuryany, S.IP., M.Pd., menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena siswa memperoleh wawasan kebahasaan secara langsung dari Duta Bahasa dan Balai Bahasa Provinsi DIY.
"Kegiatan semacam ini memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memperkaya wawasan siswa tentang pentingnya berbahasa dengan baik dan benar. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut untuk mendukung penguatan literasi di sekolah," ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan literasi dan pembiasaan berbahasa yang baik merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka, kemampuan literasi menjadi salah satu kompetensi dasar yang perlu terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan kolaboratif.
Melalui kunjungan ini, diharapkan para siswa semakin memahami pentingnya menggunakan bahasa Indonesia sesuai kaidah, mencintai bahasa daerah sebagai warisan budaya, serta memiliki motivasi untuk mempelajari bahasa asing sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman.
Kegiatan Implementasi Krida Duta Bahasa Provinsi DIY di SD Muhammadiyah Karangkajen Yogyakarta menjadi bukti bahwa pendidikan bahasa dapat dikemas secara kreatif, menyenangkan, dan inspiratif. Sinergi antara Balai Bahasa Provinsi DIY, Duta Bahasa DIY, dan sekolah diharapkan terus berlanjut untuk melahirkan generasi yang memiliki kecakapan literasi, kemampuan berbahasa yang baik, serta kepedulian terhadap pelestarian bahasa daerah.
Mengusung semangat "Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing," kegiatan ini diharapkan mampu membentuk peserta didik yang cakap berkomunikasi, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow