MTs Muhammadiyah Kasihan Perkuat Gerakan Madrasah Ramah Anak dan Anti-Bullying
BANTUL — MTs Muhammadiyah Kasihan menggelar Pengajian Ahad Pagi dan Parenting Wali Siswa pada Ahad (6/9) di Masjid Ngesti Tunggal. Pengajian yang diikuti wali siswa kelas VII, VIII, dan IX tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi madrasah dan keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Pengajian menghadirkan Ustaz Endro Dwi Hatmanto, S.Pd., Ph.D. sebagai penceramah dengan tema “Pengaruh Pola Asuh terhadap Emosi dan Intelektual Anak.”
Dalam sambutannya, Wakil Kepala Madrasah bidang Humas dan Kerjasama, Firman Arif Praditya, S.Sos., M.Pd., menegaskan bahwa pendidikan anak membutuhkan kolaborasi yang kuat antara madrasah dan keluarga. Ia mengajak para orang tua mendukung gerakan madrasah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak, aman, nyaman, sekaligus bebas dari perundungan (bullying).
Menurut Firman, madrasah harus menjadi tempat yang membuat anak merasa aman, tenang, nyaman, dan gembira. Karena itu, upaya mencegah perundungan tidak cukup hanya dilakukan di lingkungan madrasah, tetapi perlu diperkuat melalui pendampingan keluarga di rumah.
“Anak-anak perlu kita arahkan untuk memiliki pertemanan yang baik. Apa yang dibangun di madrasah perlu dikuatkan di rumah, termasuk dalam memberikan nasihat, pendampingan, dan membangun komunikasi yang positif dengan anak,” ungkapnya.
Firman juga mengingatkan kembali visi MTs Muhammadiyah Kasihan, “BISA HEBAT”, yang merupakan akronim dari Berilmu, Sholih, Aktif, Sehat, Bahagia, dan Berprestasi. Visi tersebut menjadi arah bersama dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kesehatan, kebahagiaan, serta akhlak yang baik.
Sementara itu, dalam sesi parenting, Ustaz Endro menekankan pentingnya orang tua untuk terus belajar dalam memberikan pengasuhan terbaik bagi anak. Perubahan zaman dan semakin kompleksnya tantangan kehidupan membuat orang tua perlu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mendampingi anak, termasuk dalam memahami perkembangan emosi dan intelektual mereka.
Ia juga menjelaskan bahwa kondisi emosional orang tua dapat memengaruhi kondisi emosional anak. Karena itu, orang tua perlu belajar mengelola emosi diri agar persoalan maupun tekanan yang dihadapi tidak selalu terbawa dalam interaksi dengan anak.
Pendampingan orang tua juga perlu disesuaikan dengan tahapan perkembangan siswa. Untuk kelas VII, madrasah memfokuskan pendampingan pada penguatan kemampuan dasar dan pemetaan potensi.
Sementara siswa kelas VIII diarahkan untuk aktif dalam organisasi sekaligus mengembangkan kemampuan kepemimpinan. Adapun kelas IX difokuskan pada persiapan ujian dan perencanaan pendidikan lanjutan.
Di samping pendampingan akademik dan pengembangan diri, madrasah juga mengajak orang tua bersama-sama menjaga pelaksanaan shalat lima waktu anak. Hal tersebut dipandang sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter dan kehidupan keislaman peserta didik.
Melalui kegiatan parenting ini, MTs Muhammadiyah Kasihan berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara madrasah dan keluarga. Gerakan anti-perundungan tidak hanya dipandang sebagai program madrasah, tetapi sebagai gerakan bersama yang melibatkan seluruh warga madrasah dan keluarga.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow