Mahasiswa Magister PAI UAD dan SMP Muhammadiyah Ngemplak Kuatkan Keadaban Digital Remaja IPM
SLEMAN — Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamat) Mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bertema “Penguatan Keadaban Digital pada Remaja IPM di Yogyakarta” sukses digelar di SMP Muhammadiyah Ngemplak, Sleman, Rabu (20/5).
Kegiatan tersebut diikuti 20 peserta dari Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) se-DIY dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja mengenai pentingnya literasi serta etika dalam bermedia digital.
Acara diawali dengan sambutan Kepala SMP Muhammadiyah Ngemplak, Cahyo Nugroho, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program pemberdayaan masyarakat bagi para pelajar.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan wawasan sekaligus membentuk karakter pelajar yang bijak dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital.
Sambutan berikutnya disampaikan dosen pembimbing Prodamat, Prof. Dr. Suyadi, M.Pd.I., yang menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk pengabdian masyarakat mahasiswa setara Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada jenjang sarjana.
Menurutnya, mahasiswa tidak boleh menjadi “menara gading”, tetapi harus hadir dan berkontribusi langsung di tengah masyarakat melalui kegiatan edukatif dan pemberdayaan.
Materi pertama bertajuk “Fondasi Literasi Digital dan Keadaban Digital” disampaikan Fadhlan Ramadhani, S.Pd. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya kemampuan menyaring, memahami, dan menggunakan informasi digital secara bijak.
Selain itu, peserta juga dikenalkan pada prinsip dasar literasi digital serta pentingnya membangun sikap santun dan bertanggung jawab dalam berinteraksi di ruang digital.
Pada sesi kedua, mahasiswi Anita Dwi Permatasari, S.Hum., membawakan materi “Tantangan Nyata Dunia Digital Remaja”.
Ia menjelaskan berbagai persoalan yang kerap dihadapi remaja di dunia digital, mulai dari penyebaran hoaks, cyberbullying, kecanduan media sosial, hingga risiko keamanan data pribadi.
Sesi tersebut berlangsung interaktif karena peserta turut berbagi pengalaman dan pandangan terkait penggunaan media sosial di kalangan remaja.
Sementara itu, materi ketiga bertema “Praktik dan Strategi Menjadi Remaja Beradab Digital” disampaikan Muhlis Sawali, S.Pd.I.
Dalam sesi ini, peserta diajak memahami langkah-langkah praktis untuk menciptakan lingkungan digital yang sehat dan positif, seperti menerapkan etika komunikasi digital, membangun jejak digital yang baik, hingga menjadi agen perubahan melalui penyebaran konten positif di media sosial.
Melalui kegiatan ini, para peserta dari IPM diharapkan mampu menjadi generasi muda yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran moral dan etika dalam menggunakan media digital.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara dunia pendidikan dan pengabdian masyarakat dalam menjawab tantangan perkembangan teknologi di era digital.
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
1
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow