Guru Muhammadiyah Tingkatkan Kompetensi AI melalui Program Pengabdian PGSD UAD

Guru Muhammadiyah Tingkatkan Kompetensi AI melalui Program Pengabdian PGSD UAD

Smallest Font
Largest Font

SLEMAN — Transformasi digital di dunia pendidikan menuntut guru terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menjawab tantangan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan "Workshop Penguatan Kompetensi Artificial Intelligence (AI) dan Deep Learning" bagi guru-guru Muhammadiyah di lingkungan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Blunyah Gede, Sinduadi, Mlati, Sleman.

Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif, adaptif, sekaligus tetap berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).

Workshop dilaksanakan melalui empat pertemuan yang memadukan sesi daring dan luring pada 22–23 Januari serta 12–13 Juni 2026. Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai konsep dasar AI dan deep learning, praktik penggunaan berbagai platform AI untuk pendidikan, teknik prompt engineering, penyusunan media pembelajaran digital, hingga perancangan modul pembelajaran adaptif berbantuan teknologi.

Selain itu, para guru juga mendapatkan pendampingan dalam mengintegrasikan nilai-nilai AIK ke dalam pembelajaran digital agar pemanfaatan teknologi tetap mengedepankan aspek etika, karakter, dan nilai-nilai keislaman.

Ketua Tim Pengabdian, Hanum Hanifa Sukma, menjelaskan bahwa kehadiran AI bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi alat yang membantu pendidik bekerja lebih efektif dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah Blunyah Gede, Yudi Wardhana, menekankan pentingnya kemampuan guru dalam memanfaatkan AI secara bijaksana.

"Guru perlu memiliki kemampuan memanfaatkan AI secara bijak sehingga teknologi dapat mendukung kreativitas, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan tetap sejalan dengan nilai-nilai pendidikan Muhammadiyah," ujarnya.

Hasil evaluasi program menunjukkan capaian yang menggembirakan. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, kompetensi peserta meningkat rata-rata 35 persen, sedangkan tingkat keberhasilan pelaksanaan program mencapai 86 persen.

Peningkatan tersebut terlihat pada pemahaman konsep AI, kemampuan menggunakan platform AI untuk pembelajaran, penyusunan media pembelajaran digital, penyusunan rencana pembelajaran adaptif, hingga integrasi nilai-nilai AIK dalam pembelajaran berbasis teknologi.

Anggota tim pengabdian, Lisa Retnasari dan Muh. Ragil Kurniawan, menambahkan bahwa selama pelatihan para guru juga mempraktikkan penggunaan berbagai platform AI untuk menghasilkan materi ajar, kuis interaktif, infografik, serta perangkat pembelajaran yang lebih menarik dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih personal, kreatif, dan berpusat pada siswa.

Tidak hanya meningkatkan keterampilan teknologi, kegiatan ini juga membangun budaya kolaborasi antarguru melalui pendampingan dan komunitas belajar berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan kompetensi guru berbasis AI yang dapat direplikasi di sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya.

Melalui kegiatan ini, UAD kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan Indonesia melalui penguatan kompetensi guru di era digital. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan mampu melahirkan pendidik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama pembelajaran.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow