Gandeng Kepolisian dan BK, SMP Muhammadiyah 2 Yogya Sosialisasi Bahaya Napza, Kenakalan Remaja, dan Kesehatan Mental
YOGYAKARTA — SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta (Muchild) menggelar sosialisasi bahaya Napza, kenakalan remaja, dan kesehatan mental sebagai upaya membentengi siswa dari pengaruh negatif lingkungan sekaligus menjaga kesejahteraan psikologis mereka. Kegiatan berlangsung di Masjid Al Ikhlas dan Muchild Students Hall dengan melibatkan pihak kepolisian serta tim Bimbingan dan Konseling (BK) sekolah.
Acara diawali dengan penampilan sejumlah siswa, yakni Yahyaa Mustaffa Widjojo, Revaluna Adhilla Firstya, Arsha Shara Maharani, Zea Shakira Fayyaza, dan Khansa Permata Aisyah. Kegiatan kemudian dibuka oleh Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Eko Nurhidayat, S.Sn.
Hadir sebagai narasumber perwakilan Kapolresta Yogyakarta, yakni Ipda Madahatma Yudha Timor Harsono, S.H., M.H. dan Ipda Ma’ruf Agung Kurniawan, S.E., serta tim BK SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta.
Sosialisasi yang wajib diikuti seluruh siswa kelas VII dan VIII ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai risiko penyalahgunaan Napza, konsekuensi hukum berbagai bentuk kenakalan remaja, hingga pentingnya menjaga kesehatan mental di usia remaja.
Pada sesi untuk siswa kelas VII, perwakilan Kapolresta Yogyakarta menegaskan bahwa masa remaja merupakan fase yang rentan terhadap pengaruh peredaran narkoba. Tingginya rasa ingin tahu sering kali dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menjerat generasi muda.
Selain membahas bahaya Napza, kepolisian juga memberikan edukasi mengenai berbagai bentuk kenakalan remaja yang masih marak terjadi, seperti perundungan (bullying) baik secara langsung maupun melalui media sosial, tawuran antarpelajar, konvoi kendaraan yang melanggar aturan, hingga pelanggaran lalu lintas seperti penggunaan knalpot tidak standar dan berkendara tanpa Surat Izin Mengemudi (SIM).
Dalam kesempatan tersebut, narasumber mengingatkan para siswa mengenai konsekuensi hukum yang dapat timbul akibat berbagai pelanggaran tersebut. Para siswa juga diajak untuk berani menolak ajakan negatif dari lingkungan pergaulan demi menjaga masa depan mereka.
Sementara itu, siswa kelas VIII mendapatkan pembekalan mengenai kesehatan mental dari tim Bimbingan dan Konseling (BK) SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Materi ini menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi remaja saat ini, termasuk pengaruh penggunaan gawai dan media sosial yang kerap memicu kecemasan, tekanan psikologis, hingga perilaku menyimpang apabila tidak dikelola dengan baik.
Melalui pemaparan materi dan kegiatan nonton bersama, tim BK memberikan bekal mengenai manajemen stres serta teknik regulasi emosi dalam menghadapi berbagai permasalahan remaja.
Koordinator BK SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Yeni Muhliawati, S.Pd., M.Psi., berharap penguatan materi kesehatan mental dapat menumbuhkan resiliensi siswa sehingga mereka memiliki jiwa yang sehat, tangguh, dan mampu meraih cita-cita dengan baik.
Kepala SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Naning Hidayati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara sekolah, kepolisian, dan tim BK dalam kegiatan tersebut.
“Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah preventif yang efektif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat secara fisik, serta suportif bagi perkembangan mental para siswa,” ujarnya.
Naning juga berharap pembinaan karakter yang diberikan dapat memperkuat karakter positif siswa Muchild sekaligus menambah wawasan mereka mengenai bahaya Napza sehingga mampu menjauhinya dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba class meeting tahun 2026 dan sesi foto bersama seluruh tim pembinaan karakter siswa.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow