Digital Business Class SMP Muhammadiyah 10 Yogya Latih Siswa Menjadi Entrepreneur Muda yang Islami

Digital Business Class SMP Muhammadiyah 10 Yogya Latih Siswa Menjadi Entrepreneur Muda yang Islami

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Perkembangan zaman yang makin pesat dengan kemajuan teknologi menuntut pendidikan juga harus bisa menyesuaikan diri. Begitu juga sekolah – sekolah Muhammadiyah harus adaptif dengan perkembangan zaman sembari tidak meninggalkan sisi keislaman dan kemuhammadiyahan.

Salah satunya, SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta juga mengembangkan diri dengan meluncurkan Digital Business Class (DBC) pada Senin (15/12) di Gedung Kampus 2 Universitas Ahmad Dahlan. Peluncuran DBC ini turut dihadiri Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta; Majelis Dikdasmen - Pendidikan Non Formal Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta; Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Yogyakarta, LAZISMU Kota Yogyakarta, para mitra atau sponsor, dan siswa peserta DBC.

Digital Business Class adalah program kelas unggulan yang ditujukan kepada siswa yang tertarik di kewirausahaan dan bisnis. Dalam kelas ini, ada empat materi yang dipelajari. 

Materi pertama adalah kewirausahaan sebagai dasar. Kedua, materi digital untuk mempersiapkan siswa menjadi konten kreator, desainer, dan editor. Ketiga, bahasa untuk mengasah keterampilan berkomunikasi dalam berbagai bahasa, terutama Inggris. Keempat, nilai nilai keislaman yang tak kalah pentingnya sehingga dapat bekerjasama dengan mitra yang berorientasi pada muslimpreneur.

“Jadi tidak hanya berbakat soal bisnis tetapi juga tetap mengedepankan karakter islami dan kemuhammadiyahan,” kata Kepala SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta, Esti Priyantini, S.S., M.Pd.B.I.

Dalam kelas ini pula, para siswa juga belajar teknik dan strategi komunikasi, pihak sekolah menggandeng Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan dan SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Hal ini penting agar mereka belajar untuk membuat narasi dari produk yang ditawarkan dan menyesuaikan target konsumennya. Untuk pendanaan, SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta mendapatkan kucuran dana sebesar Rp 28 juta dari mitra dan sponsor, tak hanya dalam bentuk uang, ada juga dalam bentuk barang seperti alat jual beli.

Program DBC SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta ini mendapatkan apresiasi dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta. H. Aris Madani, S.Pd.I., M.Pd. Ia memandang program ini sangat istimewa untuk membekali siswa dengan edukasi kewirausahaan digital agar dapat bersaing di era digital. Di samping itu, juga dibekali dengan pendidikan agama dan karakter agar tidak hanya pandai menggunakan gawai (gadget), tetapi juga tetap berkarakter dan berintegritas agar mampu bertahan dan berdaya saing global.

“Program Digital Business Class ini mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif dalam menghadapi tantangan masa depan, dalam menciptakan perubahan positif di masyarakat. Dibekali nilai agama dan karakter yang dibangun sejak masuk SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta. Jadi, mohon diseriusi dan terus dikawal agar menjadi program unggulan sekolah,” harap Aris Madani.

Dukungan serupa juga datang dari LAZISMU Kota Yogyakarta, Nuryanto selaku ketua menganggap program DBC SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta sangat luar biasa yang bisa menjadi menguatkan edukasi siswa terhadap ekonomi dan kewirausahaan. Lanjutnya, DBC tak kalah hebat dengan program ‘Aisyiyah DIY yang memiliki sekolah wirausaha untuk ibu-ibu yang sampai ada modal bantuan dan inkubator usaha.

“Ini program jam yang sangat luar biasa. Tentu tidak hanya berjalan dan dilaksanakan, tetapi ini ada hasilnya. Saya titip kepada Bu Esti (kepala sekolah) dan guru-guru agar semua siswa siap mengikuti program kelas bisnis ini, kemudian dipraktekkan dan harus ada dampaknya,” jelasnya.

LAZISMU juga terbuka untuk bekerja sama dalam pengembangan program DBC, karena menurut Nuryanto, program ini sangat bisa dijual di perusahaan mitra dan sponsor. Dari SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta, program DBC bisa luas cakupannya dan menjadikan Muhammadiyah Kota Yogyakarta sebagai pusat pendidikan entrepreneur di Indonesia.




Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow