Pekan Supervisi MTs Muhammadiyah Kasihan: Bangun Pembelajaran Bermakna Lewat Refleksi dan Kolaborasi

Pekan Supervisi MTs Muhammadiyah Kasihan: Bangun Pembelajaran Bermakna Lewat Refleksi dan Kolaborasi

Smallest Font
Largest Font

BANTUL — MTs Muhammadiyah Kasihan melaksanakan Pekan Supervisi Pembelajaran Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026 pada 18–22 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya madrasah dalam membangun budaya refleksi, kolaborasi, dan perbaikan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Pekan supervisi melibatkan empat asesor, yakni Ridwan Furqoni, Ani Zahiroh, Tri Indra Mulyani, dan Yani Suci Ari. Mereka melakukan observasi pembelajaran pada berbagai mata pelajaran dan jenjang kelas.

Selama supervisi berlangsung, para asesor mengamati proses pembelajaran secara langsung, mulai dari kegiatan pembukaan, penyampaian materi, interaksi guru dan siswa, penggunaan metode serta media pembelajaran, hingga pelaksanaan asesmen dan penutupan pembelajaran.

Supervisi pembelajaran dilaksanakan bukan semata sebagai kegiatan penilaian, melainkan sarana refleksi bersama untuk mengidentifikasi praktik-praktik baik yang telah dilakukan guru sekaligus menemukan peluang pengembangan guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Melalui pendekatan yang humanis dan kolaboratif, guru memperoleh umpan balik konstruktif yang dapat menjadi dasar perbaikan dan pengembangan pembelajaran di masa mendatang.

Kepala MTs Muhammadiyah Kasihan, Ridwan Furqoni, menegaskan bahwa supervisi merupakan instrumen penting dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan di madrasah.

“Pekan supervisi menjadi momentum untuk saling belajar, berbagi praktik baik, dan memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik. Dengan refleksi yang jujur dan kolaborasi yang kuat, kualitas pembelajaran akan terus berkembang,” ujarnya.

Selama pelaksanaan kegiatan, para guru menunjukkan antusiasme dan keterbukaan dalam menerima masukan. Berbagai inovasi pembelajaran, kreativitas guru dalam mengelola kelas, serta upaya meningkatkan keterlibatan siswa menjadi bagian penting yang mendapatkan perhatian dalam proses supervisi.

Hasil supervisi selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui diskusi reflektif, pendampingan, dan program pengembangan kompetensi guru sebagai bagian dari siklus peningkatan mutu yang berkelanjutan. Dengan demikian, supervisi tidak berhenti pada kegiatan observasi, tetapi menjadi langkah nyata dalam memperkuat profesionalisme guru dan efektivitas pembelajaran.

Melalui Pekan Supervisi ini, MTs Muhammadiyah Kasihan semakin meneguhkan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter Islami, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Semangat refleksi dan kolaborasi yang terbangun diharapkan menjadi budaya positif yang terus tumbuh dalam setiap proses pembelajaran di lingkungan madrasah.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow