MTs Muhammadiyah Kasihan Gelar Upacara Berseragam Adat Jawa, Tanamkan Cinta Budaya Yogyakarta
BANTUL — Suasana berbeda terlihat dalam upacara rutin di MTs Muhammadiyah Kasihan, Senin (31/8). Seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan (GTK) mengenakan pakaian adat Jawa sebagai bagian dari peringatan pengesahan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Upacara berlangsung khidmat dan diikuti seluruh warga sekolah. Tak sekadar menjadi agenda seremonial, kegiatan tersebut menjadi sarana menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus mengenalkan nilai-nilai Keistimewaan Yogyakarta kepada generasi muda.
Dalam amanatnya, pembina upacara Ani Zahiroh, S.Pd., mengajak siswa untuk bersyukur dan bangga atas keistimewaan yang dimiliki Yogyakarta. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga budaya dan tradisi agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Sebagai warga Yogyakarta, kita harus merasa bangga dan bersyukur atas keistimewaan yang kita miliki. Budaya dan tradisi yang ada harus kita jaga dan lestarikan agar tetap dikenal oleh generasi-generasi berikutnya,” tutur Ani.
Ia menekankan, kecintaan terhadap budaya lokal tidak cukup diwujudkan melalui penggunaan pakaian adat pada momen tertentu. Nilai-nilai budaya juga perlu tercermin dalam sikap dan perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Penggunaan busana adat Jawa dalam upacara menjadi bentuk penghormatan terhadap identitas dan kekayaan budaya Daerah Istimewa Yogyakarta. Siswa bersama para guru dan tenaga kependidikan mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan tertib dalam balutan busana tradisional tersebut.
Bagi keluarga besar MTs Muhammadiyah Kasihan, kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan berbasis budaya. Para siswa diajak tidak hanya mengenal keistimewaan Yogyakarta sebagai bagian dari sejarah dan identitas daerah, tetapi juga memiliki kesadaran untuk ikut merawat dan melestarikannya.
Melalui kegiatan sederhana di lingkungan sekolah tersebut, MTs Muhammadiyah Kasihan berupaya menanamkan rasa cinta terhadap budaya lokal sekaligus membangun kesadaran generasi muda agar keistimewaan Yogyakarta tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow