MIT Muhammadiyah Sumberejo Gelar Khotmul Quran, 32 Siswi Jadi Hafizah
BANJARNEGARA — MI Tahfidzul Quran (MIT) Muhammadiyah Sumberejo kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi Qurani melalui kegiatan Khotmul Quran dan Uji Publik Tingkat Tartil, Tahfidz, dan Turjuman Angkatan ke-2 yang digelar di Lapangan Kurban Sumberejo, Banjarnegara, Sabtu (23/5).
Acara tersebut mendapat apresiasi langsung dari Ketua PP ‘Aisyiyah, Siti Aisyah, yang hadir dan menyaksikan kemampuan para siswa dalam membaca serta menghafal Al-Qur’an.
Dalam sambutannya, Siti Aisyah menegaskan bahwa pendidikan Al-Qur’an merupakan ciri utama pendidikan Islam Berkemajuan Muhammadiyah. Menurutnya, Al-Qur’an dan As Sunnah menjadi fondasi penting yang membedakan sekolah Muhammadiyah dengan lembaga pendidikan lainnya.
“Al-Qur’an dan As Sunnah jadi suatu hal yang mendasar karena itulah di sekolah Muhammadiyah, pendidikan Qur’an ini merupakan suatu keunggulan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi capaian siswa MIT Muhammadiyah Sumberejo dalam program tahfidz Al-Qur’an. Dari 56 siswa yang mengikuti khotmul Quran, sebanyak 32 peserta merupakan siswa perempuan.
“Ini adalah calon-calon ulama ‘Aisyiyah,” katanya.
Menurut Siti Aisyah, pendidikan Al-Qur’an yang diajarkan dengan pendekatan menggembirakan sebagaimana pesan pendiri Muhammadiyah, Ahmad Dahlan, akan melahirkan generasi yang mencintai sekaligus menjaga Al-Qur’an.
Keberhasilan MIT Muhammadiyah Sumberejo juga mendapat pengakuan dari Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Subhan. Ia menyebut madrasah tersebut sebagai salah satu sekolah unggulan di Banjarnegara.
Menurutnya, Muhammadiyah memiliki kontribusi besar dalam pengembangan pendidikan madrasah di daerah tersebut. Dari total 209 Madrasah Ibtidaiyah di Banjarnegara, sekitar 40 persen berada di bawah naungan Muhammadiyah.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banjarnegara, Shobri. Ia menilai MIT Muhammadiyah Sumberejo berhasil menjadi salah satu amal usaha pendidikan unggulan Muhammadiyah di tingkat dasar.
Shobri menyoroti keberhasilan penerapan metode UMMI dalam pembelajaran Al-Qur’an di sekolah tersebut. Menurutnya, metode itu efektif membantu siswa memahami dan menghafal Al-Qur’an sehingga layak menjadi contoh bagi sekolah lain.
“Metode UMMI yang dikembangkan untuk mengajar para murid MI-T ini telah berhasil dan mudah-mudahan bisa diikuti oleh sekolah-sekolah lainnya,” ujarnya.
Acara itu turut dihadiri Ketua Lembaga Seni Budaya PP Muhammadiyah, Gunawan Budiyanto, beserta jajaran dan BPH Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow