Atasi Isu Diskriminasi, Dosen UAD Siapkan Pelatihan Pendidikan Inklusif bagi Guru SMK Muhammadiyah Berbah

Atasi Isu Diskriminasi, Dosen UAD Siapkan Pelatihan Pendidikan Inklusif bagi Guru SMK Muhammadiyah Berbah

Smallest Font
Largest Font

SLEMAN — Isu intoleransi dan diskriminasi di lingkungan pendidikan masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan perhatian, khususnya dalam proses pembelajaran di sekolah. Menjawab persoalan tersebut, tim dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyiapkan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Pelatihan Intensif Penerapan Modul Pendidikan Inklusif dan Anti Diskriminasi bagi guru-guru SMK Muhammadiyah Berbah, Rabu (13/5).

Program tersebut diketuai oleh Dr. Hj. Sri Roviana, S.Ag., M.A. bersama Dr. Sutipyo Ru’ya dan Nurul Kodriyati, Ph.D. Kegiatan ini dirancang untuk membekali para guru dengan perangkat pembelajaran yang lebih kontekstual dalam menghadapi persoalan diskriminasi berbasis SARA maupun gender di lingkungan sekolah.

Berdasarkan analisis situasi yang dilakukan tim pengusul, ditemukan masih adanya keterbatasan sumber belajar praktis yang mampu menjawab persoalan sosial-keagamaan secara inklusif.

“Permasalahan mendasar yang dihadapi mitra adalah minimnya pemahaman metodologis dan keterbatasan materi ajar yang relevan untuk mengatasi isu-isu sosial-keagamaan tersebut,” ujar Dr. Sri Roviana dalam dokumen proposal program.

Program ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan implementasi awal (pilot test) dari model Pendidikan Multikultural Anti-Diskriminasi yang sebelumnya telah dikembangkan melalui riset dasar tim pengusul. Dengan pendekatan partisipatif, para guru nantinya akan mengikuti workshop analisis studi kasus hingga teknik fasilitasi pembelajaran inklusif menggunakan modul sederhana dan aplikatif.

Secara substansi, pelatihan ini juga mengintegrasikan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), khususnya konsep tauhid sebagai fondasi keadilan sosial (‘adl) dan semangat Risalah Islam Berkemajuan yang menjunjung tinggi inklusivitas. Program tersebut sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas dan poin ke-10 mengenai pengurangan kesenjangan.

Dalam pelaksanaannya, Dr. Sri Roviana didampingi oleh Ns. Nurul Kodriyati, Ph.D. dari bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat yang menyoroti isu perilaku remaja dan diskriminasi, serta Dr. Sutipyo R., M.Si. yang fokus pada aspek Psikologi Pendidikan Islam. Kegiatan ini juga melibatkan lima mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam UAD untuk membantu proses teknis serta produksi luaran berupa video kegiatan.

Sementara itu, pihak sekolah yang dipimpin Wagiman, S.Si. menyatakan kesiapan untuk mendukung penuh pelaksanaan program tersebut. Pelatihan ini ditargetkan mampu meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP inklusif dengan capaian keberhasilan minimal 75 persen setelah pelatihan berlangsung.

Melalui kolaborasi antara akademisi dan praktisi pendidikan ini, diharapkan ruang-ruang kelas di sekolah menengah dapat berkembang menjadi lingkungan belajar yang ramah terhadap keberagaman. Perbedaan pun tidak lagi dipandang sebagai penghalang, melainkan kekuatan untuk membangun kohesi sosial di lingkungan pendidikan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow