Sekolah

Sekolah

MediaMU.COM

Jun 19, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang
Breaking
Alhamdulillah Berkah Iduladha, Siswa Mubaligh Hijrah SMA Muha Safari Qurban di Samigaluh Unisa Gandeng SMP Muhdasa Yogya Bentuk PIK-R, Siapkan Perencanaan Hidup Remaja SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Raih Capaian Gemilang dalam SNBT 2024 Class Meeting SMP Muhdasa Yogya Jadi Ajang Jalin Ukhuwah dan Pelepas Penat Para Siswa Satu-satunya di DIY, SMK Muhammadiyah 3 Yogya Sukses Konversi Motor Listrik Tingkatkan Motivasi Guru dan Tendik, SMP Muhdasa Yogya Gelar Stadium General SD 2 Muhammadiyah Kota Langsa Lakukan Field Trip, Belajar Hidroponik Untuk Masa Depan SMP Muhdasa Yogya Gelar Raker, Siap Bersinergi Tingkatkan Mutu Pendidikan Tingkatkan Kompetensi Guru, SMP Muhdasa Gelar Webinar Penyusunan Modul Ajar SMP Muhdasa Yogyakarta Gelar Rapat Koordinasi LPJ Program   Luar Biasa! Drumband SD Muhammadiyah Karangtengah Borong Piala di Lomba Marching Band Tak Nyangka! Pertama Kali Ikut Lomba, Siswa SMA Muha ini Langsung Juara 1! Siap Bersaing di Dunia Kerja, Ratusan Siswa SMK Muhammadiyah 1 Yogya Resmi Wisuda Mendunia! Siswa SMA Muhammadiyah 2 Yogya Ikuti Short Course di Jepang Rayakan Kelulusan, Siswa SMA Muhammadiyah 2 Yogya Berbagi Sembako ke Masyarakat Semugih SMP Muhdasa Gelar Pengajian Syawal, Ingatkan Pentingnya Ketaqwaan Pertama Kali! SMK Muhammadiyah 1 Kalasan Buka Jurusan Seni Musik Populer Sukses di Tingkat Kabupaten, Tujuh Siswa SMA Al Mujahidin Wonosari Tembus OSN provinsi Usai Libur Lebaran, SMK Muhammadiyah 1 Yogya Gelar Syawalan dan Launching Lapangan Terpadu SMA Muhammadiyah 1 Yogya dan UTP Malaysia Gelar Program Moneywise: Entrepreneurship

Pertama Kali! SMK Muhammadiyah 1 Kalasan Buka Jurusan Seni Musik Populer

SLEMAN - Gebrakan baru dilakukan oleh pendidikan Muhammadiyah. Dimana salah satu sekolahnya, yakni SMK Muhammadiyah 1 Kalasan resmi membuka jurusan seni musik populer untuk pertama kalinya. Kepastian ini diperoleh setelah pihak sekolah mendapatkan izin resmi dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman, pada Selasa (23/4). 

Terbitnya izin ini tentunya disambut baik oleh pihak sekolah dalam rangka memajukan dan mengembangkan SMK Muhammadiyah 1 Kalasan untuk berkontribusi kepada Persyarikatan.

"Melalui bidang ini (seni musik populer-red), kami memiliki harapan besar untuk dapat lebih mengembangkan dan memajukan SMK Muhammadiyah 1 Kalasan serta dapat memberikan kontribusi yang jauh lebih baik bagi kemajuan Persyarikatan Muhammadiyah," kata Kepala SMK Muhammadiyah 1 Kalasan, Ernawati, S.Pd.

Ernawati menjelaskan bahwa dari kompetensi keahlian seni musik populer ini, selain dapat mengasah kemampuan teknis siswa dalam bermain musik atau bernyanyi, juga dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas dalam menciptakan musik yang sangat menarik bagi pasar.

Di samping itu, para siswa juga diajarkan untuk memahami dan mengaplikasikan teknologi terkini dalam produksi musik, seperti penggunaan perangkat lunak DAW (Digital Audio Workstation), sampling, maupun sintesis.

Lulusan dari kompetensi keahlian Seni Musik Popupler ini memiliki berbagai jalur karier yang dapat diikuti, termasuk menjadi musisi atau vokalis, komposer, produser rekaman, arranger, guru musik, audio engineer atau bahkan berkarier di bidang manajemen musik dan pemasaran (Publisher) musik.

"Memilih jurusan ini memungkinkan seseorang untuk bekerja di industri yang dinamis dan terus berkembang, dengan potensi untuk berinovasi dan berpengaruh dalam dunia musik populer," jelas Ernawati. 

Tujuan dari sekolah embuka jurusan ini, selain untuk bisa menarik minat siswa lain agar bergabung dengan SMK Muhammadiyah 1 Kalasan juga agar bisa menjangkau kalangan anak muda, dalam hal ini gen z dan milenial untuk tertarik dengan Muhammadiyah dan menjadi area strategis untuk merealisasikan program dakwah Persyarikatan Muhammadiyah pada gen z dan milenial. 

Mengacu pada hasil sensus penduduk pada tahun 2020, menunjukkan bahwa penduduk Indonesia didominasi oleh Gen Z dan Milenial. Gen Z berjumlah sekitar 74,93 juta jiwa (27,94%) dan generasi Milenial  sekitar 69,38 juta jiwa (25,87%). Total lebih dari 52% penduduk Indonesia pada generasi ini merupakan ladang dakwah bagi Persyarikatan Muhammadiyah dalam rangka mencetak kader-kader masa depan yang unggul, kompeten, dan berbudaya.

"(Salah satu) langkah yang dapat kita tempuh antara lain dengan cara masuk kedalam bahasa dan aktifitas keseharian mereka yang kita semua tahu bahwa Gen Z dan Milenial sangat lekat dengan musik. Earphone dan headset  yang menempel di telinga mereka dalam kesehariannya," ucap Ernawati. 

Beberapa aspek penting yang menjadi bagian dari kurikulum kompetensi keahlian seni musik populer ini, mulai dari pengaturan dan komposisi, dimana siswa belajar cara mengatur musik untuk berbagai ensembel dan untuk rekaman studio, serta teknik komposisi lagu.

Kemudian, produksi musik, di aspek ini mencakup pembelajaran tentang rekaman, mixing, dan mastering musik, memberikan siswa pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk memproduksi musik mereka sendiri atau untuk orang lain.

Siswa akan belajar manajemen industri musik, atau tentang cara kerja industri musik, termasuk pemasaran musik, hak cipta, penerbitan musik, dan manajemen artis, untuk membekali siswa dengan kemampuan mengelola karier mereka sendiri atau menjadi manajer bagi artis lain.

Tak cuma soal buat lagu, bernyanyi dan sebagainya, siswa juga diajarkan untuk menganalisis musik. Pada aspek ini siswa diajarkan untuk menganalisis musik populer dari berbagai genre dan periode, untuk memahami bagaimana musik dibuat dan diterima oleh pendengarnya.

Namun, tak kalah pentingnya adalah performa. Mengingat seni musik populer ini juga sangat menekankan pada aspek performa, di mana siswa mendapat banyak kesempatan untuk tampil baik dalam konteks ensemble maupun sebagai solis.

"Ini termasuk pengembangan stage presence (kemampuan seorang idol di atas panggung untuk dapat menarik penonton) dan kemampuan berkomunikasi dengan audiens," ujar Ernawati.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan sarana prasarana yang memadai untuk pengembangan Seni Musik Populer SMK Muhammadiyah 1 Kalasan, saat ini pada tahap proses pembangunan sarpras antara lain pembangunan 6 Studio Latihan, 1 Ruang Kelas, 1 Ruang Apresiasi, 1 Studio Rekaman, Perpustakaan dan beberapa sarana penunjuang lainnya. 

Setelah memperoleh ijin pembukaan kompetensi keahlian Seni Musik Populer ini SMK Muhammadiyah 1 Kalasan sebagai cluster dari SMK Muhammadiyah Prambanan (Stempra) yang mendapat bantuan dan dukungan penuh dari Stempra, industri mitra yaitu MIX Production, Majelis Dikdasmen & PNF PWM DIY,  dan Lembaga Seni Budaya (LSB) PP Muhammadiyah berkolaborasi untuk membuat terobosan dakwah terutama kepada Gen Z dan milenial.

Terdapat catatan menarik dari terobosan ini, yaitu SMK di Indonesia yang membuka kompetensi keahlian Seni Musik Populer masih sangat jarang karena tercatat baru ada enam sekolah sehingga SMK Muhammadiyah di Kalasan ini adalah SMK ketujug dari seluruh Indonesia yang memiliki kompetensi keahlian Seni Musik Populer bahkan sebagai SMK pertama milik Persyarikatan Muhammadiyah.

Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., IPM., ASEAN.Eng. sebagai Ketua LSB PP Muhammadiyah mengatakan bahwa SMK Muhammadiyah 1 Kalasan sebagai cluster dari SMK Muhammadiyah Prambanan yang populer disebut STEMPRA Kampus 2 menjadi wadah untuk kolaborasi dakwah yang solid dalam rangka mencetak kader Muhammadiyah dan bangsa yang unggul, kompeten, dan berbudaya.

"Majelis Dikdasmen & PNF PWM DIY dan LSB PP Muhammadiyah sangat serius dan mendukung penuh pembukaan jurusan baru ini. Tokoh-tokoh Industri Musik Indonesia direkrut untuk mengawal, membimbing dan menjadi guru tamu demi suksesnya pengembangan dan kemajuan jurusan ini," ucap Gunawan. 

Beberapa nama yang akan menjadi Guru tamu  antara lain Erros Candra (Sheila On 7), Adhitya Bagaskara (Jikustik), dan Agus Riyono/Patub (Letto). Sedangkan Ketua Jurusan akan diampu oleh Iqbal Maulana Nafi, S.Pd.I yang merupakan salah satu Anggota Pimpinan LSB PP Muhammadiyah.

Sementara itu, perusahaan yang bertindak sebagai DUDI (Dunia Usaha Dunia Industri) mitra adalah MIXPRO (MIX Production), dipimpin oleh Andika Prabhangkara seorang produser yang memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di Industri Musik Indonesia.

MIXPRO ini juga yang bekerjasama dengan LSB PP Muhammadiyah dalam produksi film-filmnya antara lain Jejak Langkah 2 Ulama, 9 Putri Sejati, Cita-Citaku Setinggi Balon, dan Meniti 20 Hari. Saat ini MIXPRO dan LSB PP Muhammadiyah sedang menyelesaikan Film ke-5 dengan mengambil kisah perjuangan Ir. H Djuanda.

Sekadar informasi, Pendaftaran calon peserta didik baru sudah dibuka mulai Bulan Maret 2024 kemarin. Kapasitas siswa yang diterima pada tahun pelajaran 2024/2025 sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu hanya diijinkan menampung 36 siswa pada tahun pertama.

Asal daerah atau domisili calon peserta didik yang akan diterima tidak dibatasi secara khusus yang artinya pendaftaran ini berlaku di seluruh Indonesia.

"Jadi bagi siswa kelas 9, mari segera daftrakan diri ke SMK Muhammadiyah Kalasan mumpung masih terdapat kuota PPDB," ajak Ernawati. (*) 

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here