Sekolah

Sekolah

MediaMU.COM

Feb 29, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang
Breaking
Ajang Peningkatan Kualitas, SMP Muhdasa Yogyakarta Gelar Islamic Competition Inspiratif! 21 Siswa Terbaik SMA MUHI Yogyakarta Lulus sebagai Tahfidz Rayakan Milad, SMA Mutu Yogyakarta Gelar Turnamen Bulu Tangkis Antar SMP/MTs se-DIY SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta Gelar Turnamen Sepak Bola Antar SMP/MTs Se-DIY Milad ke-76 Tahun, SMP Muhammadiyah 1 Sleman Gelar Jalan Sehat Diikuti Ribuan Peserta Tim Kemenko Marves Apresiasi Gerakan Sedekah Sampah SMP Muhdasa Latih Kesiapan Siswa Jelang ASPD, Muhdasa Gelar Tryout Akbar SD/MI Hebat! SMP Muhdasa Raih Beragam Prestasi di Olimpiade Ahmad Dahlan 2024 Resmikan Gedung SD Muhammadiyah Balerante, Sri Purnomo: Renovasi Wujud Peningkatan Kualitas Pendidikan SMA Muhammadiyah Al-Mujahidin Sukses Borong 15 Medali Olympicad DIY 2024 Selesai Rehab, SD Muhammadiyah Notoprajan Gelar Tasyakuran dan Serah Terima Kunci Santri MBS Al-Muttaqiin Gedangsari Siap Borong Medali OlympicAD 2024 DIY Siapkan Masa Depan Siswa, SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta Adakan Pembekalan Lewat Program Sekolah, Siswa SMA Muhi Yogya Berumrah ke Tanah Suci Pelajari Budaya dan Bahasa Arab, Muallimin Gelar Arabic Camp 2024 di Mesir Terbang ke Malaysia-Singapura, Mu'allimin Gelar International English Camp Luar Biasa, SMP Muhammadiyah 1 Berbah Sumbang Wisudawan BTHQ Terbanyak 14 Siswa SMK Muhammadiyah Kretek Terima Beasiswa Mentari Lazismu UMY Sukses SMA Al Mujahidin Wonosari: Sederet Prestasi Hingga Studi Lanjut ke Luar Negeri Menyesuaikan Diri Kembali ke Sekolah Setelah Libur Panjang

Rawat dan Kenalkan Budaya, Murid SD Muhammadiyah Sapen Pentaskan Karawitan di MJE #3

YOGYA – Murid-murid SD Muhammadiyah Sapen turut ambil bagian dalam memeriahkan Muhammadiyah Jogja Expo #3 (MJE #3) hari kedua (25/11) dengan penampilan karawitan. Penampilan ini, seperti yang sudah dijelaskan Taufik Ridwan selaku ketua panitia dalam wawancaranya bersama mediamu.com, adalah syiar kebudayaan yang coba diwujudkan dalam MJE #3.

Belasan murid yang tampil sudah sedari pagi menempati panggung  sebelah barat laut Jogja Expo Center, pannggung yang disediakan khusus untuk karawitan. Murid-murid tersebut, kata Munirul Amin, S.Sos. selaku kepala sekolah, adalah murid yang dipilih khusus untuk mengisi pertunjukan karawitan hari ini.

Karawitan sendiri, di SD Muhammadiyah Sapen masuk dalam mata pelajaran intrakulikuler dan menjadi program wajib. Karawitan, kata Munir, adalah muatan lokal yang dinilai mewakili nilai budaya masyarakat Yogyakarta. Selain karawitan, SD Muhammadiyah sapen memasukan dua mata pelajaran intrakulikuler muatan lokal: tari klasik dan membatik.

Karawitan sudah diajarkan dan menjadi program wajib bagi murid sejak kelas empat. Sebelumnya pihak sekolah sudah memantau dan menilai potensi perkembangan yang paling menonjol dari murid-muridnya. Murid-murid terpilih itu kemudian masuk program pembinaan prestasi yang secara serius membimbing murid mempelajari bakatnya.

“Jadi yang hadir di sini ini, semua adalah ikut program pembinaan. Mereka adalah anak-anak yang punya prestasi di bidang karawitan,” jelas Munir.

Program muatan lokal menjadi penting di SD Muhammadiyah Sapen. Bagaimanapun, mengajarkan muatan lokal sama dengan menjaga budaya sendiri agar tetap utuh dan lestari. Maka mempelajarinya tidak kalah penting dengan mempelajari cabang keilmuan yang lain, kata Munir.

Almira Ali Hazmi, murid kelas empat yang menjadi sinden dalam pentas karawitan ini mengaku senang dengan program muatan lokal sekolah. Ia pribadi memang menyukai budaya jawa dan ingin mengenalkan budaya tersebut pada orang lain.

“saya sendiri dari kecil emang suka budaya, suka seni, intinya suka budaya jawa,” jelasnya.

Almira juga senang mendapat kesempatan untuk memamerkan kemampuannya sekaligus menjaga budaya yang disenanginya lewat gelaran karawitan di Muhammadiyah Jogja Expo #3 ini. Untuk pementasan kali ini, ia dan dua puluh temannya sudah mempersiapkan selama dua minggu, dengan tiga kali latihan perminggunya. Ia berharap penampilannya bisa menghibur, dan paling penting mengenalkan sekaligus menjaga budaya.

 

Wartawan: Fatan Asshidqi

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here